Deretan miniatur yang tertata rapi di meja pamer langsung menjadi pusat perhatian. Para pengunjung tampak antusias melihat hasil karya tersebut, bahkan banyak yang memutuskan untuk membelinya sebagai cinderamata. Seluruh hasil penjualan diserahkan kembali kepada warga binaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras mereka.
Kalapas Batulicin, Arifin Akhmad, mengatakan bahwa pemasaran produk kreatif warga binaan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan untuk menciptakan produk berbasis UMKM. Program ini sekaligus sejalan dengan akselerasi kebijakan yang didorong oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
“Ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang menjadi strategi penting dalam penguatan serta peningkatan pendayagunaan warga binaan,” ujar Arifin.
Ia menegaskan bahwa Lapas Batulicin berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan agar dapat menyalurkan potensi, mengasah keahlian, dan memperoleh keterampilan yang menjadi bekal berharga setelah bebas dan kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pihak lapas berharap karya kreatif warga binaan tidak hanya menjadi hasil seni semata, tetapi juga membuka peluang masa depan yang lebih cerah melalui kegiatan produktif dan mandiri.

