“Lapas Ambon Luncurkan Budidaya Lele Bioflok: Warga Binaan Dilatih Jadi Pengusaha Mandiri!”
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 32

PAStime News, AMBON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali menghadirkan terobosan dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif. Salah satu inovasi terbaru yang mulai dijalankan adalah budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, yang resmi dimulai pada Kamis (4/12) di area Lapas Ambon.
Program ini tidak hanya menjadi upaya peningkatan ketahanan pangan internal, tetapi juga dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal usaha bagi Warga Binaan setelah bebas. Melalui metode bioflok, budidaya dilakukan secara efisien di lahan terbatas dengan memanfaatkan satu kolam persegi panjang berkapasitas 200 ekor lele, yang pengelolaannya dilakukan secara bergilir oleh kelompok tani Warga Binaan.
Kepala Lapas Ambon, Hendra, menyampaikan bahwa budidaya perikanan ini menjadi bagian dari strateginya dalam mendorong pembinaan berbasis restoratif.
“Program ini memastikan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang siap bersaing. Keterampilan budidaya seperti ini bisa menjadi peluang wirausaha ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Seluruh proses pengelolaan kolam—mulai dari penyiapan bibit, pemberian pakan, pengawasan kualitas air, hingga masa panen—ditangani langsung oleh Warga Binaan dengan pendampingan rutin petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Pola ini terbukti menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, serta kepercayaan diri di kalangan peserta program.
Kepala Seksi Giatja Lapas Ambon, Nober Hasanda, menekankan bahwa program ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menekankan praktik lapangan.
“Kami ingin mereka benar-benar mampu mengelola budidaya lele secara mandiri. Dengan keterampilan ini, mereka memiliki peluang lebih besar untuk membuka usaha sendiri atau bekerja di sektor perikanan setelah bebas,” jelasnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, Seksi Giatja berencana menambah jumlah kolam bioflok, memperluas jenis ikan yang dibudidayakan, hingga memberikan pelatihan lanjutan terkait pengolahan hasil perikanan. Jika produksi meningkat, hasil panen juga berpotensi dipasarkan untuk mendukung kegiatan kemandirian serta memberikan insentif bagi Warga Binaan yang terlibat dalam program.
Program budidaya lele ini turut mendapatkan apresiasi dari keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar. Banyak keluarga merasa bangga melihat anggota keluarganya dapat belajar keterampilan baru yang kelak menjadi harapan untuk kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Melalui inovasi budidaya lele berbasis bioflok ini, Lapas Ambon membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menciptakan perubahan positif. Di balik tembok pemasyarakatan, Warga Binaan diberi ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
