Lapas Atambua Perkuat Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Jasa Cuci Kendaraan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Lapas Atambua Perkuat Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Jasa Cuci Kendaraan
ATAMBUA,PAStime News – Melalui pelatihan jasa cuci motor dan mobil yang melibatkan pelaku usaha lokal, Lapas Atambua membekali Warga Binaan keterampilan teknis aplikatif sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha sebagai bekal reintegrasi sosial setelah bebas.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua mendorong Warga Binaan menguasai keterampilan kerja aplikatif.
Selain itu, Lapas menghadirkan pelatihan jasa cuci motor dan mobil bersama pelaku usaha lokal.
Dengan demikian, program ini membekali peserta dengan kemampuan teknis dan jiwa wirausaha.
Selanjutnya, Lapas menyiapkan mereka agar siap bekerja atau membuka usaha setelah bebas.
Sebagai bagian asimilasi luar tembok, dua Warga Binaan melayani pelanggan di area pencucian kendaraan.
Sementara itu, petugas Didik Sukabir mengawasi kegiatan agar berjalan sesuai prosedur.
Kemudian, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan tujuan kolaborasi dengan pelaku usaha.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjaga standar pelatihan tetap profesional dan kompetitif.
“Kami ingin mereka memiliki standar kerja yang sama dengan jasa cuci kendaraan pada umumnya.”
“Program ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi membangun kemandirian ekonomi.”
“Program ini juga sejalan dengan pemberdayaan Warga Binaan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.”
Di sisi lain, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan fokus pembinaan pada kesiapan hidup baru.
Selain itu, ia menyampaikan layanan cuci kendaraan terbuka bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
“Usaha cuci kendaraan merupakan peluang yang mudah dijalankan secara mandiri.”
“Kami berharap mereka percaya diri berwirausaha setelah bebas.”
Adapun tarif layanan berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000.
Meski demikian, peserta tetap menjaga kualitas cucian agar memuaskan pelanggan.
Salah satu pelanggan, Riko, mengapresiasi hasil layanan tersebut.
“Di sini kualitasnya bagus, harganya murah, dan hasilnya bersih.”
Sementara itu, Mario, salah satu peserta pelatihan, mengaku memperoleh harapan baru.
“Saya belajar ketelitian dan profesionalisme selama pelatihan ini.”
“Saya optimistis keahlian ini menjadi bekal membuka usaha sendiri.”
Akhirnya, Lapas Atambua berkomitmen menjalankan program ini secara konsisten.
Selain itu, Lapas mengajak masyarakat mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan.
Dengan dukungan tersebut, proses pembinaan kemandirian berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
