Lapas Atambua Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Padi Inpari
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 15

Lapas Atambua Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Padi Inpari
ATAMBUA,PAStime News – Melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi seluas 1,2 hektare, Lapas Atambua membekali Warga Binaan keterampilan agribisnis berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional dan program kemandirian Pemasyarakatan.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Kini, bibit padi varietas Inpari siap dipindahkan ke lahan sawah Sarana Asimilasi dan Edukasi.
Sebelumnya, petugas menyemai bibit tersebut sejak Januari lalu.
Dengan demikian, Lapas memasuki fase tanam secara terencana dan sistematis.
Selain itu, program ini menjadi bagian integral pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Triyanto Sukabir, menjelaskan luas lahan mencapai 1,2 hektare.
Selanjutnya, ia menegaskan penanaman ini membekali Warga Binaan dengan keterampilan agribisnis mumpuni.
“Lapas Atambua berkomitmen menjalankan pembinaan berbasis kemandirian guna mendukung ketahanan pangan nasional.”
“Program ini selaras dengan visi Kabinet Merah Putih dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.”
Lebih lanjut, Andra memastikan pendampingan berlangsung komprehensif dan berkelanjutan.
Petugas mendampingi proses penyemaian, pengolahan lahan, pemupukan, hingga perawatan intensif.
“Kami memastikan Warga Binaan memahami seluruh siklus pertanian.”
“Kami ingin mereka siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan nyata.”
Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menyatakan optimisme terhadap perkembangan program.
Menurutnya, potensi lahan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Ia memperkirakan panen berlangsung sekitar empat bulan mendatang.
“Kami berharap hasil panen kali ini melampaui capaian sebelumnya.”
“Panen sebelumnya sangat memuaskan dan memotivasi seluruh pihak.”
Di sisi lain, Warga Binaan menyambut program ini dengan antusias.
Hendrikus, salah satu peserta, mengaku memperoleh manfaat besar.
“Pembinaan ini membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik.”
“Saya belajar kedisiplinan dan tanggung jawab melalui kegiatan bertani.”
“Saya merasa lebih siap memulai lembaran baru setelah bebas.”
Akhirnya, Lapas Atambua membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi produktivitas.
Selain itu, program ini memperkuat stok pangan lokal secara nyata.
Dengan langkah tersebut, Lapas mendorong keberhasilan reintegrasi sosial secara berkelanjutan.
- Penulis: Husni
