Langkah pembenahan ini melibatkan langsung warga binaan pemasyarakatan, yang turut ambil bagian dalam memperbaiki tata letak instalasi, memperkuat sistem irigasi, serta meningkatkan sirkulasi udara dan pencahayaan di area hidroponik. Upaya tersebut diharapkan mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman, terutama sayuran seperti pakcoy, agar hasil panen lebih berkualitas dan melimpah.
“Sarana hidroponik bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, tapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan modern yang bisa mereka bawa setelah bebas,” ujar Medi Oktafiansyah kepada tim humas Lapas.
Selain meningkatkan produktivitas tanaman, program ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan dan pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan UMKM berbasis ketahanan pangan. Dengan bekal keterampilan di bidang pertanian modern, warga binaan diharapkan mampu berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat.
Langkah strategis ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang diimplementasikan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta memperkuat peran lembaga pemasyarakatan sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan peningkatan fasilitas ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen untuk tidak hanya membina dari sisi moral dan disiplin, tetapi juga menumbuhkan jiwa produktif dan mandiri melalui sektor pertanian berkelanjutan.

