Lapas Blitar Dorong Daya Saing Warga Binaan melalui Pemasaran Produk di Car Free Day
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Lapas Blitar Dorong Daya Saing Warga Binaan melalui Pemasaran Produk di Car Free Day (Dok. Istimewa)
BLITAR, PAStime News – Lapas Kelas IIB Blitar memasarkan produk buatan warga binaan saat acara Car Free Day di Kota Blitar, Minggu (1/2).
Kegiatan ini menampilkan produk pertanian dan kerajinan tangan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, produk tersebut mendapat respon yang baik dari para pengunjung CFD.
Melalui partisipasi aktif pada Car Free Day Kota Blitar, Lapas Kelas IIB Blitar memasarkan produk karya Warga Binaan sebagai wujud nyata pembinaan kemandirian dan reintegrasi sosial
Antusiasme masyarakat menggambarkan keberhasilan program pelatihan yang diadakan di Lapas Blitar.
Oleh karena itu, produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan terbukti mempunyai kualitas dan kemampuan untuk bersaing.
Lebih lanjut, hasil penjualan menunjukkan peluang ekonomi yang cukup menjanjikan.
Selanjutnya, kegiatan ini sesuai dengan salah satu poin dalam Program Aksi 15.
Program tersebut fokus pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh Warga Binaan melalui koperasi dan usaha mikro kecil menengah.
Oleh karena itu, Lapas Blitar terus membuka akses ke pasar publik.
Kepala Lapas Blitar, Romi Novitrion, hadir langsung di samping Kepala Seksi Pembinaan, Bagus Ramadian.
Keduanya memperkenalkan sekaligus menjajakan produk kepada masyarakat.
Kehadiran ini menunjukkan komitmen terhadap pembinaan yang berfokus pada hasil yang nyata.
Romi Novitrion menjelaskan tujuan dari promosi produk di area yang terbuka.
Melalui kegiatan ini, kami menunjukkan bahwa warga binaan dapat berkarya dan tetap produktif.
Selain itu, produk berkualitas ini membantu mereka dalam mempersiapkan kembali ke masyarakat.
Lebih lanjut, kegiatan ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi stigma negatif.
Akhirnya, Lapas Blitar terus mendorong pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
Dengan menerapkan strategi pemasaran yang terbuka, Lapas semakin menguatkan proses reintegrasi sosial.
Dengan bekal tersebut, diharapkan warga binaan menjadi lebih berdaya dan mandiri setelah menjalani masa percobaan.
- Penulis: Husni
