Jadi Role Model, Inovasi Pengelolaan Sampah Organik Lewat Budidaya Maggot dari Lapas Cibinong Curi Perhatian Tim Ditjenpas dan Lapas Kelas I Tangerang
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 59

Lapas Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Tim Direktorat Watkeshab Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan jajaran petugas Lapas Kelas I Tangerang dengan tujuan untuk mempelajari inovasi pengelolaan sampah organik. (Dok: Humas Lapas Cibinong)
PAStime News, Cibinong – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Tim Direktorat Watkeshab Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan jajaran petugas Lapas Kelas I Tangerang dengan tujuan untuk mempelajari inovasi pengelolaan sampah organik yang telah di kembangkan oleh Lapas Cibinong dalam pemanfaatan sumber daya ramah lingkungan, Jumat (10/10/2025).
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto beserta jajaran menyambut langsung kehadiran rombongan yang di pimpin oleh Lily Pendiawaty selak Kasubdit Kebutuhan Dasar dan Kesehatan Lingkungan, Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan apresiasi atas kedatangan dari Tim Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menjadikan Lapas Cibinong sebagai salah satu lokasi percontohan pengelolaan sampah organik lewat budidaya maggot
“Lewat budidaya maggot ini, kami tidak hanya mengurangi volume sampah organik, tetapi juga menghasilkan pakan ternak alami dan pupuk organik yang bisa di manfaatkan warga binaan untuk kegiatan ketahanan pangan. Inilah kontribusi kami dalam mendukung program Zero Waste ,” ujarnya.
Selama kegiatan, tim Ditjenpas dan Lapas Tangerang mendapat penjelasan tentang pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. Mereka meninjau area pembinaan kemandirian Lapas Cibinong, tempat sisa makanan dan sampah organik di olah menjadi pakan maggot.
Inovasi ini tak hanya mengurangi sampah di Lapas, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional.
Hasil panen maggot di manfaatkan sebagai pakan alami, sedangkan sisanya jadi pupuk organik untuk pertanian dan hidroponik warga binaan.
Kasubdit Kebutuhan Dasar dan Kesehatan Lingkungan, Lily Pendiawaty, mengapresiasi konsistensi Lapas Cibinong dalam menjalankan program pembinaan dan pelestarian lingkungan berkelanjutan.
“Program ini dapat menjadi contoh bagi UPT pemasyarakatan lainnya, karena tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dalam mengasah keterampilan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat,” ungkap Lily Pendiawaty.
Kegiatan studi tiru ini mendorong kolaborasi antar satuan kerja untuk mewujudkan Lapas inovatif dan berkontribusi bagi masyarakat.
- Penulis: mamang
