Lapas Cipinang Sulap Limbah Karet Jadi Produk UMKM, Warga Binaan Didorong Mandiri dan Produktif
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 24

Foto : Humas Lapas Cipinang
PAStime News, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui berbagai inovasi produktif. Salah satunya diwujudkan melalui program pengolahan limbah karet yang dirancang sebagai sarana pelatihan keterampilan sekaligus pembentukan pola pikir kerja yang produktif dan berkelanjutan.
Program ini memberikan ruang belajar bagi Warga Binaan untuk tetap aktif dan berdaya selama menjalani masa pembinaan. Proses pengolahan limbah karet dilaksanakan secara bertahap dengan pendampingan petugas, mulai dari pengumpulan bahan, pengolahan, hingga pembentukan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembentukan karakter dan keterampilan kerja.
“Pengolahan limbah karet ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan kerja serta pola pikir produktif. Harapannya, mereka siap kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat setelah menjalani masa pembinaan,” ujar Wachid, Kamis (18/12).
Selain membekali keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Warga Binaan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan sehingga pengalaman yang diperoleh bersifat aplikatif dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Irdiansyah Rana, menyampaikan bahwa antusiasme Warga Binaan terhadap program ini cukup tinggi. “Mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan serius. Selain belajar mengolah limbah, Warga Binaan juga dilatih memahami proses kerja yang rapi, terstruktur, dan berorientasi pada kualitas,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial JK mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus harapan. “Kami jadi punya kegiatan yang bermanfaat. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai kini bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Ilmu ini sangat berguna untuk masa depan kami,” ungkapnya.
Melalui program pengolahan limbah karet ini, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata, mendorong kemandirian, serta mendukung proses reintegrasi sosial Warga Binaan agar siap kembali berperan positif di masyarakat.
Program ini selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya pada penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan dalam menghasilkan produk UMKM yang bernilai ekonomi.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
