Lapas dan UPT Bersama Tanam 85 Bibit Kelapa di Pamekasan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 39

Lapas Narkotika Pamekasan dan UPT sekitarnya bersama-sama tanam pohon kelapa di area lapas, menunjukkan semangat hijau dan peduli lingkungan. (Dok. Istimewa)
PAStime News, Pamekasan – Suasana hijau dan penuh semangat tampak menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Madura. Tepat pukul 08.00 WIB, jajaran petugas pemasyarakatan bersama beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Pamekasan dan sekitarnya berkumpul untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon kelapa di area sekitar lapas setempat.
Kegiatan yang penuh makna ini melibatkan sejumlah UPT pemasyarakatan, yakni Lapas Kelas IIA Pamekasan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pamekasan, serta Rutan Sampang.
Setiap kepala UPT dan anggota ikut bergotong royong menanam pohon kelapa untuk peduli lingkungan dan merayakan HUT ke-80 RI.
Total terdapat 85 bibit pohon kelapa yang di tanam di sekitar kawasan Lapas Narkotika Pamekasan.
Penanaman di lakukan secara simbolis oleh masing-masing perwakilan UPT, kemudian di lanjutkan secara serentak oleh jajaran pegawai.
Pohon kelapa di pilih karena sifatnya yang serbaguna, memiliki nilai ekonomi tinggi, serta dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia.
Instruksi tersebut di keluarkan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, bersamaan dengan peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Nusa Kambangan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kalapas Narkotika Pamekasan, Kusnan, menekankan bahwa kegiatan penanaman ini bukan hanya sebatas seremoni.
Melainkan bentuk nyata kontribusi jajaran pemasyarakatan dalam menjaga kelestarian alam serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami menanam 85 bibit pohon kelapa di lingkungan Lapas Narkotika Pamekasan dengan penuh harapan. Kelapa di kenal sebagai pohon kehidupan, karena hampir seluruh bagiannya dapat di manfaatkan,” kata Kusnan, Selasa (26/8/2025).
“Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur, berbuah lebat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan, yakni Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat,” sambungnya penuh harap.
Lebih lanjut, Kusnan juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar-UPT pemasyarakatan.
Kolaborasi dalam kegiatan lingkungan seperti ini di harapkan semakin memperkuat sinergi, baik dalam menjalankan tugas pembinaan maupun kontribusi sosial.
Selain itu, penanaman pohon juga di maknai sebagai simbol harapan dan kemerdekaan.
Seperti perjuangan kemerdekaan Indonesia, pohon kelapa yang di tanam di harapkan tumbuh kuat dan bermanfaat lintas generasi.
“Menanam pohon berarti menanam kebaikan.Setiap tetes air yang di serap, oksigen yang di hasilkan, dan buah yang di nikmati akan menjadi amal jariyah. Inilah makna kemerdekaan sejati, ketika kita tidak hanya merdeka untuk diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama,” imbuh Kusnan dengan penuh semangat.
Kegiatan ini di tutup dengan foto bersama jajaran UPT yang hadir, di lanjutkan dengan prosesi penanaman bibit secara serentak di sejumlah titik yang telah di siapkan.
Suasana kebersamaan dan gotong royong mewarnai kegiatan, menunjukkan semangat kemerdekaan lewat aksi nyata menjaga lingkungan.
Dengan menanam 85 pohon kelapa, Lapas Narkotika Pamekasan berharap lingkungan sekitar lebih hijau, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
- Penulis: mamang
