Lapas Kelas IIB Luwuk Perkuat Pencegahan Penyakit Menular melalui Penyuluhan Kesehatan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Lapas Kelas IIB Luwuk Perkuat Pencegahan Penyakit Menular melalui Penyuluhan Kesehatan Warga Binaan
LUWUK,PAStime News – Melalui penyuluhan kesehatan yang interaktif, dan aplikatif, Lapas Luwuk menegaskan komitmen menjaga kebersihan lingkungan hunian serta meningkatkan kesadaran Warga Binaan terhadap pencegahan penyakit kulit menular.
Lapas Kelas IIB Luwuk terus meningkatkan layanan kesehatan bagi Warga Binaan.
Oleh karena itu, Lapas menggelar penyuluhan kesehatan pada Rabu, 21 Januari.
Dengan demikian, kegiatan bertujuan mencegah penyakit menular di blok hunian.
Selain itu, penyuluhan di fokuskan pada pencegahan penyakit kulit, khususnya Scabies.
Karena itu, Lapas menekankan pentingnya kebersihan personal di lingkungan padat hunian.
Dengan begitu, derajat kesehatan Warga Binaan dapat terus ditingkatkan.
Selanjutnya, Kepala Subseksi Keperawatan, Dian Angeli De’e, menjelaskan urgensi kegiatan tersebut.
Selain itu, ia menekankan lingkungan padat memerlukan perhatian ekstra terhadap kebersihan diri.
Oleh sebab itu, edukasi kesehatan menjadi langkah penting pencegahan penyakit.
Pernyataan Kepala Subseksi Keperawatan Lapas Luwuk, Dian Angeli De’e:
Penyuluhan ini bukan sekadar teori, tetapi dorongan perubahan perilaku.
Kami mendorong disiplin menjemur kasur, tidak berbagi pakaian, dan rutin memotong kuku.
Lebih lanjut, peserta magang menginisiasi kegiatan dengan pendampingan tenaga medis internal.
Kemudian, pemateri memaparkan pengertian, penularan, dan gejala awal penyakit Scabies.
Dengan demikian, Warga Binaan memahami pentingnya penanganan medis sejak dini.
Selain itu, petugas menekankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Karena itu, PHBS menjadi kunci utama memutus rantai penularan penyakit kulit.
Dengan begitu, kebersihan diri dan lingkungan berfungsi sebagai benteng kesehatan.
Tidak hanya menerima materi, Warga Binaan langsung mempraktikkan pemotongan kuku massal.
Selanjutnya, praktik di lakukan sebagai simbol komitmen menjaga kebersihan personal.
Oleh karena itu, aksi nyata memperkuat pemahaman yang di sampaikan pemateri.
Di sisi lain, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan kesehatan sebagai prioritas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif hidup bersih di hunian padat.
Dengan demikian, penyakit menular seperti Scabies dapat di cegah.
Pernyataan Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun:
Hidup bersih bukan sekadar kenyamanan, tetapi kebutuhan utama.
Kesadaran kolektif mencegah penyakit menular di lingkungan hunian padat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi.
Selain itu, ia menegaskan pelayanan kesehatan sebagai mandat undang-undang.
Karena itu, edukasi kesehatan harus di jalankan secara prima dan berkelanjutan.
Pernyataan Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan:
Edukasi kesehatan menekan angka kesakitan di Lapas.
Saya instruksikan semangat Lapas Sehat terus digelorakan di seluruh jajaran.
Akhirnya, penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab.
Selain itu, Warga Binaan berdiskusi tentang perawatan pakaian dan kebersihan kamar hunian.
Dengan demikian, lingkungan bersih mendukung pembinaan yang lebih optimal.
- Penulis: Husni
