Lapas Kotabaru Kembangkan UMKM Keripik Usus untuk Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Lapas Kotabaru Kembangkan UMKM Keripik Usus untuk Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan (Dok. Istimewa)
KOTABARU, Pastime News — Lapas Kelas IIA Kotabaru terus memperkuat pembinaan kemandirian dengan memproduksi keripik usus pada tahun 2026.
Program ini menjadi komoditas baru bagi UMKM yang berbasis keterampilan Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini menerapkan 15 Program Aksi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Oleh karena itu, pembinaan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi Warga Binaan semakin di perkuat.
Pengembangan produksi keripik usus sebagai UMKM baru tahun 2026 menjadi strategi Lapas Kotabaru mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas melalui pembinaan berkelanjutan, produktif, dan berorientasi reintegrasi sosial
Sementara itu, Warga Binaan menjalankan produksi melalui program pembinaan pengolahan pangan.
Selanjutnya, kegiatan ini memperluas beragam produk pangan yang di hasilkan dari pembinaan.
Proses produksi berlangsung bertahap, mulai dari pengolahan bahan hingga pengemasan.
Selain itu, petugas menerapkan standar kebersihan dan kualitas produk secara konsisten.
Karena itu, produk memiliki nilai tambah dan siap untuk bersaing di pasar.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa pengembangan keripik usus merupakan langkah strategis.
“Produksi keripik usus mendorong kemandirian dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.
Selain itu, kami memastikan pembinaan yang dilakukan menghasilkan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi,” katanya, Rabu (21/1).
Sementara itu, salah satu Warga Binaan dengan inisial T mengapresiasi keterlibatannya dalam proses produksi.
Ia menyatakan, keterampilan baru memberikan pengalaman yang berharga.
Akhirnya, pengembangan keripik usus sebagai UMKM baru pada tahun 2026 terus di perkuat.
Selanjutnya, Lapas Kotabaru mengoptimalkan pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian berjalan produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif.
Pada akhirnya, program ini benar-benar mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan secara nyata.
- Penulis: Husni
