Lapas Metro Kembangkan Budidaya Maggot untuk Pakan Lele
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 24

Foto : Humas Lapas Kelas IIA Metro
PAStime News, METRO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus berinovasi dalam pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan, khususnya di bidang perikanan. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah mengembangkan budidaya maggot sebagai alternatif tambahan pakan lele guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan program perikanan di Lapas Metro.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyambut baik pengembangan budidaya maggot tersebut. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan semangat pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Metro.
“Budidaya maggot ini merupakan langkah kreatif dan inovatif dalam mendukung program perikanan yang sudah berjalan. Selain menekan biaya pakan, kegiatan ini juga memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bermanfaat bagi Warga Binaan,” ujar Tunggul, Rabu (28/1).
Budidaya maggot ini diinisiasi oleh peserta Program Magang Nasional, Satria Ari Yudha, bersama petugas Lapas Metro. Program tersebut mulai dijalankan sekitar satu bulan lalu dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Saat ini, budidaya maggot yang dikelola telah mampu menghasilkan sekitar 300 gram maggot per hari yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan lele.
“Luas kandang maggot yang kami siapkan, yakni 2,25 m². Alhamdulillah, sudah menghasilkan 300 gram maggot per hari dan akan terus dikembangkan,” kata Satria.
Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baik digunakan sebagai pakan alternatif ikan, khususnya lele. Penggunaan maggot sebagai campuran pelet dinilai mampu menekan biaya operasional pakan mengingat harga pelet komersial relatif lebih mahal dan menjadi komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan.
Selain lebih ekonomis, maggot juga memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan lingkungan. Budidaya maggot dapat memanfaatkan limbah organik sebagai media pakan sehingga membantu mengurangi sampah sekaligus menghasilkan sumber protein yang bernilai tinggi. Dibandingkan penggunaan pelet secara penuh, kombinasi maggot dan pelet dinilai lebih efisien, tetap menjaga pertumbuhan ikan, serta mendukung konsep pertanian dan perikanan berkelanjutan.
Salah satu Warga Binaan berinisial TN antusias mengikuti proses pengembangan budidaya maggot. Menurutnya, selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Awalnya saya lihat maggot itu jijik,. Setelah dijalani, lama-lama jadi biasa saja dan malah berguna untuk pakan lele yang dicampur dengan pelet. Ilmu ini bisa saya terapkan setelah bebas,” ujarnya.
Ke depan, Lapas Metro akan terus mendorong pengembangan program-program kemandirian yang produktif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomis. Ini akan terus dikembangkan dan menjadi contoh pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran, kreativitas, dan keberlanjutan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
