Lapas Narkotika Karang Intan Kembangkan Kemandirian Warga Binaan melalui Kreasi Miniatur Tugu Bambu
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Lapas Narkotika Karang Intan Kembangkan Kemandirian Warga Binaan melalui Kreasi Miniatur Tugu Bambu (Dok. Istimewa)
KARANG INTAN, Pastime News – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong pengembangan pembinaan kemandirian Warga Binaan, Senin (19/1).
Salah satu bentuk program tersebut adalah pembuatan miniatur tugu dengan bahan dasar bambu.
Pembuatan miniatur tugu berbahan bambu menjadi sarana pembinaan kemandirian yang melatih keterampilan, kreativitas, etos kerja, dan kesiapan Warga Binaan menghadapi reintegrasi sosial
Kegiatan berlangsung di area pembinaan kemandirian Lapas Narkotika Karang Intan.
Dalam kesempatan ini, Warga Binaan terlibat dalam kegiatan yang kreatif dan produktif.
Proses pembuatan miniatur tugu dilakukan dengan teliti dan terencana.
Warga Binaan menyusun potongan bambu secara hati-hati sesuai dengan desain.
Selanjutnya, setiap bagian dirangkai dengan presisi.
Proses meliputi pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga pemasangan finishing.
Akibatnya, hasil karya terlihat rapi, kokoh, dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan Yugo Indra Wicaksi menjelaskan tujuan dari kegiatan pembinaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan semangat kerja Warga Binaan.
Selain itu, bambu di pilih karena mudah di peroleh, ramah lingkungan, dan memiliki nilai seni yang tinggi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa disiplin, kesabaran, serta kerja sama antar peserta.
Melalui pembuatan miniatur tugu bambu, Lapas mendorong pemanfaatan waktu secara lebih produktif.
Selain itu, kegiatan ini memberikan bekal keterampilan bernilai ekonomis bagi Warga Binaan setelah mereka bebas.
Salah satu Warga Binaan, Rahman, menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengaku tidak menyangka bahwa bambu dapat di ubah menjadi miniatur tugu yang menarik.
Menurutnya, proses pengerjaan membutuhkan tingkat ketelitian dan kesabaran yang tinggi.
Namun, hasil akhir karya tersebut berhasil meningkatkan rasa percaya diri peserta.
Kegiatan pembinaan kemandirian di laksanakan secara rutin dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Lapas terus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang produktif dan dapat di terapkan.
Akhirnya, program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian dan kontribusi positif bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
