Lapas Narkotika Karang Intan Panen Daun Mint Hidroponik untuk Produksi Teh Mint Laskarin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Lapas Narkotika Karang Intan Panen Daun Mint Hidroponik untuk Produksi Teh Mint Laskarin (Dok. Istimewa)
KARANG INTAN, Pastime News – Pertama, semangat dalam membangun kemandirian terus berkembang di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.
Selanjutnya, Warga Binaan memanen daun mint hidroponik sebagai bahan utama untuk Teh Mint Laskarin, Senin (26/1).
Melalui program pertanian hidroponik terintegrasi dari hulu ke hilir, Lapas Narkotika Karang Intan membekali Warga Binaan keterampilan produktif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan
Kemudian, panen dilakukan di Sarana Edukasi dan Asimilasi dengan antusiasme yang tinggi dari para Warga Binaan.
Oleh karena itu, kegiatan ini mencerminkan keberhasilan dalam pembinaan pertanian modern yang menggunakan keterampilan.
Selain itu, Warga Binaan merawat tanaman mint secara intensif dengan sistem hidroponik yang ramah lingkungan.
Dengan demikian, tanaman tumbuh segar, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang nyata.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan menyampaikan rasa bangganya karena terlibat langsung dalam produksi unggulan Lapas.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab serta keterampilan yang bermanfaat di masa depan.
Ia menuturkan bahwa proses belajar berkembang dari menanam, sampai pada panen dan produksi.
Akibatnya, Warga Binaan memahami bahwa hasil kerja mereka berubah menjadi produk yang bernilai jual.
Selanjutnya, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Karang Intan menjelaskan program pembinaan yang terintegrasi.
Menurutnya, pembinaan mencakup penerapan dari penanaman, pengolahan, hingga pemasaran produk.
Ia menegaskan bahwa Teh Mint Laskarin membuktikan kemampuan Warga Binaan dalam menghasilkan produk berkualitas.
Selain itu, sistem hidroponik dipilih karena efisien, adaptif, dan relevan dengan pertanian modern.
Lebih lanjut, sistem tersebut mudah dikembangkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.
Oleh sebab itu, pembinaan memberikan keterampilan aplikatif dan berdaya guna jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan.
Dengan demikian, pembinaan mendorong Warga Binaan menjadi produktif dan mandiri.
Ia menekankan bahwa panen daun mint merupakan bagian dari proses perubahan yang berkelanjutan.
Selain itu, pembinaan menumbuhkan keterampilan, kepercayaan diri, serta harapan baru.
Akhirnya, Teh Mint Laskarin menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Karang Intan.
Dengan komitmen tersebut, Lapas terus mendukung pembinaan yang produktif dan berdaya saing.
- Penulis: Husni
