Lapas Palu Bekali Warga Binaan dengan Pembinaan Keagamaan di Masjid Istiqomah dan Gereja Kalvari
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 16

Lapas Palu Bekali Warga Binaan dengan Pembinaan Keagamaan di Masjid Istiqomah dan Gereja Kalvari
PALU, PAStime News — Lapas Kelas IIA Palu kembali menyelenggarakan pembinaan keagamaan guna membentuk karakter dan moral Warga Binaan lebih baik. Kegiatan rutin tersebut berlangsung di Masjid Al-Istiqomah dan Gereja Kalvari pada Selasa (9/12).
Pembinaan Keagamaan di Masjid dan Gereja Berperan Penting dalam Proses Pemasyarakatan dengan Menghadirkan Pembelajaran Keimanan, Penguatan Mental, dan Ruang Perubahan Diri agar Warga Binaan Siap Kembali kepada Masyarakat dengan Karakter Lebih Baik
Kalapas Palu, Makmur, menegaskan pembinaan keagamaan pilar penting dalam Sistem Pemasyarakatan. Selain itu, ia ingin Warga Binaan memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat.
Ia menyebut pembinaan memberi kesempatan mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, kegiatan ini membantu membentuk kepribadian lebih baik.
Pembinaan bagi Warga Binaan beragama Islam diisi pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, dan ceramah agama. Selain itu, mereka menjalani diskusi akhlak bersama Ustaz Abu Zubair.
Ustaz Zubair menekankan keutamaan Salat Tahajud. Selain itu, ia menjelaskan manfaatnya bagi penghapusan dosa dan ketenangan jiwa.
Ia menyebut tahajud membuka rezeki serta meningkatkan derajat. Selain itu, amalan ini memberi keselamatan di akhirat.
Di Gereja Kalvari, Warga Binaan Kristen mengikuti ibadah bersama Pendeta Syalom Palensa. Selain itu, kegiatan memberi penguatan iman dan motivasi hidup.
Pendeta Syalom menyampaikan pesan tentang pertobatan dan kasih Tuhan. Selain itu, ia mengajak peserta menjaga hubungan dengan Tuhan di Lapas.
Ia menegaskan Tuhan selalu memberi harapan meski seseorang pernah jatuh. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak menyerah pada keadaan.
Warga Binaan tampak antusias mengikuti pembinaan kepribadian. Selain itu, mereka merasakan ketenangan batin dari kegiatan ini.
Pembinaan keagamaan membantu mereka menata masa depan lebih positif. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang evaluasi diri.
Salah satu Warga Binaan, Stefar, mengaku mendapatkan manfaat besar. Selain itu, ia merasa lebih yakin dapat memperbaiki hidup.
Terpisah, Kakanwil Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menegaskan Lapas tempat pembinaan. Selain itu, program diarahkan membangun kesadaran dan tanggung jawab.
Ia berharap Warga Binaan mengalami perubahan sikap lebih bermakna. Selain itu, ia mendorong pelaksanaan program yang konsisten.
Melalui pembinaan keagamaan berkelanjutan, Lapas Palu terus menciptakan perubahan nyata. Selain itu, komitmen pembinaan diarahkan menuju kehidupan bermartabat dan produktif setelah bebas.
- Penulis: Husni
