Breaking News
light_mode
Popular Tags
Beranda » Pemasyarakatan » Lapas Palu Ikut Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Sipil Negara

Lapas Palu Ikut Penguatan Kapasitas HAM Aparatur Sipil Negara

  • account_circle mamang
  • calendar_month
  • visibility 46

PAStime News, Palu – Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, ikut serta dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara pada Jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-kota Palu yang di selenggarakan oleh Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah. Kamis (28/8)

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Hak Asasi Manusia, Dr. Farid Junaedi, Bc.IP., S.Sos., M.H sekaligus sebagai narasumber Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara pada Jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-kota Palu, di dampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu yang juga dikenal dengan nama Lapas Palu, Makmur beserta jajaran, dan di ikuti oleh perwakilan dari masing-masing upt pemasyarakatan di sekitar kota Palu.

Dalam sambutannya, Inspektur Jenderal Kementerian HAM, Dr. Farid Junaedi, menekankan pentingnya penguatan kapasitas ini bagi seluruh petugas pemasyarakatan.

“Penghormatan dan perlindungan HAM bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap tugas kita. Pemasyarakatan adalah garda terdepan dalam menjamin hak-hak dasar WBP, sehingga pemahaman ini harus terus di perkuat,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan dalam rangka menciptakan budaya kerja profesional dan berorientasi hasil, setiap pegawai pemasyarakatan wajib memahami dan mengimplementasikan prinsip SMART-C dalam setiap tugas dan tanggung jawab. Berikut uraian setiap unsur:

  1. S – Spesifik (Specific)

Setiap sasaran kerja harus jelas dan terarah. Pegawai pemasyarakatan harus memahami secara detail tugas yang di kerjakan.

  1. M – Terukur (Measurable)

Hasil pekerjaan harus dapat di ukur secara kuantitatif maupun kualitatif di Lapas Palu.

  1. A – Dapat Dicapai (Achievable)

Target yang di tetapkan harus realistis dan sesuai dengan kapasitas serta sumber daya yang tersedia.

  1. R – Relevan (Relevant)

Setiap sasaran harus relevan dengan visi, misi, dan fungsi pemasyarakatan, yakni pelayanan dan pembinaan WBP berbasis HAM.

  1. T – Batas Waktu (Time-bound)

Setiap target harus memiliki batas waktu yang jelas agar dapat dipantau. Dengan adanya tenggat waktu, pegawai terdorong untuk bekerja lebih disiplin dan tepat waktu.

  1. C – Komplementer (Complement)

Prinsip ini menekankan bahwa setiap sasaran harus saling mendukung dan melengkapi, baik antarindividu maupun antarbagian

Hal senada di sampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, yang mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat penting agar seluruh ASN di lingkungan pemasyarakatan mampu mengimplementasikan nilai-nilai HAM. Kita ingin mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berbasis pada penghormatan terhadap martabat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan harapannya agar materi yang di peroleh dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari. “Kami berharap seluruh jajaran dapat menginternalisasi prinsip-prinsip HAM dalam setiap langkah pelayanan.

Dengan demikian, Lapas di Palu ini dapat menjadi contoh UPT yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga humanis dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak WBP,” pungkasnya.

  • Penulis: mamang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi DBD, Lapas Tabanan Intensifkan Gerakan PSN

    Antisipasi DBD, Lapas Tabanan Intensifkan Gerakan PSN

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Ghiffary Alfiansyach
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PAStime News, TABANAN – Jaga kesehatan dan cegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melalui tim medis gencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di area blok hunian, Selasa (30/12). Kegiatan ini menyasar berbagai titik rawan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, seperti bak dan ember penampungan air, selokan, hingga […]

  • Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan (Dok. Istimewa)

    Lapas Narkotika Karang Intan Berikan Layanan Rawat Jalan Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Husni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Karang Intan, PAStime News – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat pemenuhan hak dasar Warga Binaan, khususnya layanan kesehatan. Oleh karena itu, Lapas melaksanakan pelayanan kesehatan rawat jalan di Klinik Pratama, Senin (22/12). Kegiatan ini mendukung layanan kesehatan berkelanjutan. Selain itu, layanan diberikan kepada 38 Warga Binaan dari Blok J dan Blok K. […]

  • Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sanggau panen kangkung, sawi, dan terong hasil program pembinaan kemandirian, Rabu (3/9). (Dok: Web Ditjenpas)

    Rutan Sanggau Buktikan Pembinaan Lewat Panen Sayur

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 42
    • 0Komentar

    PAStime News, Sanggau – Program Pembinaan Kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sanggau kembali membuahkan hasil. Warga Binaan berhasil memanen berbagai sayuran, seperti kangkung, sawi, dan terong yang di tanam dengan penuh ketekunan, Rabu (3/9). Panen ini merupakan bagian dari kegiatan bercocok tanam yang rutin di laksanakan sebagai sarana pembinaan kemandirian. Melalui kegiatan […]

  • Kompos Organik untuk Sayuran Segar dan Sehat Lapas Saparua

    Lanjutkan Pertanian Kompos Organik WB Lapas Saparua Terapkan Metode Campur, Tabur, Siram

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PAStime News, Saparua, Maluku – Lapas Kelas III Saparua yang berada di bawah naungan Kanwil Pemasyarakatan Maluku kembali menunjukkan komitmennya terhadap pertanian berkelanjutan. Pada Jumat (03/10/2025), para warga binaan melanjutkan program pengolahan kompos organik. Program ini bagian dari kegiatan pembinaan. Pada tahap lanjutan ini, petugas dan warga binaan mencampurkan bahan-bahan organik seperti kotoran sapi, ampas […]

  • Lomba azan dan lomba tangkas buka Alkitab bagi Warga Binaan mewarnai 'Pekan Spiritual' Lapas Kelas III Wahai yang berlangsung di Beranda Mesra dan Gereja Ebenhaezer, Selasa (2/9). (Dok: Web Ditjenpas )

    Lapas Wahai Satukan Iman Lewat Lomba Azan dan Alkitab

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PAStime News, Wahai – Lomba azan dan lomba tangkas buka Alkitab bagi Warga Binaan mewarnai ‘Pekan Spiritual’ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai yang berlangsung di Beranda Mesra dan Gereja Ebenhaezer, Selasa (2/9). Rangkaian kegiatan keagamaan tersebut merupakan program pembinaan kerohanian memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW pada Jumat (5/9) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja […]

  • Lapas Saparua Terus Berinovasi Melalui Program Pertanian Sayur

    Lapas Saparua Rawat Sayur, Perkuat Kebutuhan Dapur Warga Binaan

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PAStime News, Saparua – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Saparua di bawah naungan Kanwil Kemenkumham Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan narapidana melalui program budidaya pertanian sayuran. Pada Kamis (2/10), warga binaan bersama petugas lapas melaksanakan perawatan tanaman kangkung, pakcoy, dan sawi di lahan kebun milik lapas. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Ellen D Anakotta, Kasubsi Pembinaan, […]

expand_less