Lapas Palu Panen 35 Kg Jambu Kristal, Bukti Sukses Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 21

PAStime News, PALU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali mencatat hasil positif dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui panen jambu kristal sebanyak 35 kg di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, Selasa (2/12). Panen yang dilakukan di lahan seluas 12.252 m² ini menjadi bukti nyata keberhasilan Warga Binaan dalam mengelola perkebunan buah secara mandiri dan produktif.
Jambu kristal yang dipanen merupakan hasil pengelolaan rutin Warga Binaan dengan pendampingan petugas Lapas Palu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi proses pembelajaran, tetapi juga meningkatkan keterampilan pertanian sekaligus membangun rasa percaya diri para peserta program.
Kepala Lapas Palu, Makmur, memberikan apresiasi atas kerja keras Warga Binaan yang telah menunjukkan kemampuan optimal dalam mengelola lahan SAE.
“Panen jambu kali ini adalah bukti Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas. Program pertanian seperti ini memberikan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal usaha ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Makmur.
Salah satu Warga Binaan, Aco, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana belajar sekaligus bekerja.
“Saat melihat jambu kristal yang kami tanam bisa dipanen, saya merasa bangga karena hasil ini menjadi bukti kami masih bisa memberikan manfaat. Saya makin yakin keterampilan yang saya pelajari di sini akan berguna dan ingin membangun kehidupan bermanfaat setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, turut memberikan apresiasi terhadap capaian Lapas Palu.
“Program pertanian di SAE Langaleso adalah contoh konkret pembinaan produktif dan berkelanjutan. Kami sangat mendukung upaya Lapas Palu dalam membangun kemandirian Warga Binaan. Hasil panen ini membuktikan pembinaan yang tepat dapat menghasilkan manfaat besar, baik bagi Warga Binaan maupun bagi pengembangan UMKM Pemasyarakatan,” tuturnya.
Keberhasilan panen ini menegaskan komitmen Lapas Palu dalam menjalankan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan, produktivitas, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi contoh nyata bahwa pembinaan yang tepat dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
