Lapas Pangkalpinang Kembangkan Pembinaan UMKM melalui Produksi Lemari Ambalan Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Lapas Pangkalpinang Kembangkan Pembinaan UMKM melalui Produksi Lemari Ambalan Warga Binaan dok:(Istimewa)
PANGKALPINANG,PAStime News –
Kegiatan kemandirian berbasis UMKM di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang mendorong keterampilan manufaktur Warga Binaan sekaligus mendukung kerapian hunian, keamanan, dan kesiapan reintegrasi sosial.
Lapas Kelas IIA Pangkalpinang terus menggalakkan pembinaan kemandirian berbasis UMKM.
Selain itu, kegiatan difokuskan pada produksi lemari ambalan oleh Warga Binaan.
Program tersebut dilaksanakan pada Senin.
Kegiatan bertujuan memenuhi kebutuhan blok hunian.
Dengan demikian, kamar hunian menjadi lebih tertata.
Selain itu, kegiatan mendukung keamanan dan ketertiban.
Di sisi lain, kegiatan mengasah keterampilan manufaktur Warga Binaan.
Keterampilan tersebut bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, pembinaan diarahkan pada kesiapan kerja.
Lemari ambalan di produksi berukuran 300 x 60 sentimeter.
Bahan utama menggunakan kayu dan triplek.
Desain di sesuaikan dengan kebutuhan kamar hunian.
Pada tahap awal, delapan unit lemari diproduksi.
Selanjutnya, Warga Binaan mengerjakan produksi dengan pendampingan petugas.
Proses berjalan tertib dan terarah.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja menegaskan manfaat ganda kegiatan.
Ia menyebut pembinaan berdampak langsung pada hunian dan kompetensi kerja.
“Kegiatan ini menciptakan hunian rapi sekaligus membentuk kompetensi kerja,”ujar Kasi Giatja, Mulsa Afrianto.
“Pembinaan menumbuhkan kemandirian dan etos kerja,”
tambahnya.
“Kesiapan reintegrasi sosial juga semakin kuat,”
jelasnya.
Sementara itu, proses produksi di lakukan secara bertahap.
Tahapan di mulai dari perencanaan desain dan pengukuran.
Selanjutnya, pemilihan bahan, pemotongan, dan perakitan di lakukan.
Proses berlanjut pada pengamplasan hingga finishing.
Pendampingan di lakukan pada setiap tahapan produksi.
Dengan demikian, kualitas produk tetap terjaga.
“Kami memastikan setiap tahap produksi berjalan aman dan rapi,”jelas Kasubsi Bimker dan PHK, Eko Cahyono.
“Pendampingan khusus di lakukan pada tahap finishing,”
tambahnya.
“Produk harus berkualitas dan layak di gunakan,”
tegasnya.
Melalui program ini, Lapas Pangkalpinang mendorong karya bernilai guna.
Selain itu, karya di arahkan memiliki nilai jual dan daya saing.
Program sejalan dengan pembinaan humanis dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Fokus utama pada pemasaran produk Warga Binaan melalui UMKM.
Dengan demikian, pembinaan berdampak nyata setelah masa pidana.
- Penulis: Husni
