Lapas Pangkalpinang Luncurkan Sari Jahe Merah: Produk Herbal Karya Warga Binaan yang Siap Bersaing!
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 18

PAStime News, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali menghadirkan inovasi pembinaan kemandirian melalui produksi minuman kesehatan Sari Jahe Merah, hasil karya kolaboratif antara petugas dan Warga Binaan. Produk ini menjadi salah satu upaya Lapas dalam mengembangkan keterampilan berbasis herbal dan kewirausahaan yang bernilai ekonomi.
Proses pengolahan jahe merah dilakukan secara terstruktur dan higienis. Jahe pilihan dibersihkan, dipotong, lalu dihaluskan sebelum masuk tahap pengeringan hingga menghasilkan serbuk jahe siap seduh. Seluruh tahapan produksi berada di bawah pengawasan ketat petugas untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan standar keamanan pangan terpenuhi.
Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat Warga Binaan dalam menghasilkan karya bernilai guna.
“Produk Sari Jahe Merah ini bukan hanya bentuk kreativitas, tetapi juga bukti kesiapan Warga Binaan untuk belajar dan berkarya. Kegiatan ini membekali mereka keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti. Kami akan terus mendukung pembinaan yang produktif dan berdampak,” ujarnya.
Sari Jahe Merah dapat dinikmati dengan cara sederhana, yakni diseduh menggunakan air hangat. Bagi penikmat cita rasa manis, produk ini dapat dikombinasikan dengan madu, kental manis, atau bahan lain sesuai preferensi. Selain memberikan manfaat kesehatan seperti menghangatkan tubuh dan meningkatkan imunitas, produk ini juga menjadi sarana Warga Binaan untuk mengasah kemampuan dalam bidang tata boga dan produksi herbal.
Melalui inovasi ini, Lapas Narkotika Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan, berkualitas, dan mendukung kemandirian Warga Binaan. Produk Sari Jahe Merah diharapkan dapat berkembang sebagai komoditas unggulan pembinaan yang mampu memberikan nilai tambah, baik bagi Warga Binaan maupun lingkungan Pemasyarakatan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
