Lapas Pangkalpinang Perkuat Pembinaan Kemandirian Melalui Kolaborasi Teknologi dengan Universitas Bangka Belitung
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 9

Lapas Pangkalpinang Perkuat Pembinaan Kemandirian Melalui Kolaborasi Teknologi dengan Universitas Bangka Belitung
PANGKALPINANG,PAStime News – Kolaborasi Lapas Pangkalpinang dan Fakultas Sains dan Teknik UBB mendorong pembinaan kemandirian berbasis teknologi guna menciptakan Warga Binaan produktif, berdaya saing, dan siap reintegrasi sosial
Lapas Kelas IIA Pangkalpinang memperkuat pembinaan kemandirian melalui kolaborasi dengan Fakultas Sains dan Teknik UBB.
Kolaborasi ini ditandai kunjungan serta serah terima mesin screw extruder pencetak briket.
Selain itu, kegiatan ini mendukung pembinaan kerja Warga Binaan.
Selanjutnya, dosen Program Studi Teknik Mesin menyerahkan mesin hasil pengabdian masyarakat.
Kemudian, Lapas memanfaatkan mesin tersebut sebagai sarana kegiatan kerja.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian berbasis teknologi terus berkembang.
Sementara itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi program pembinaan.
Selain itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama jangka panjang.
Oleh karena itu, kolaborasi ini membuka peluang sinergi berkelanjutan.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan arah strategis pembinaan kemandirian.
“Program pembinaan kami mendukung percepatan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.”
“Selain pembinaan kepribadian, kami mengembangkan core business yang bermanfaat dan berkelanjutan,” jelas Sugeng.
Selanjutnya, Sugeng menekankan pentingnya sinergi lintas bidang.
“Kami berharap kolaborasi ini berkembang menjadi kerja sama jangka panjang melalui Perjanjian Kerja Sama.”
“Kami ingin mengimplementasikan sinergi teknik mesin dan pertanian dalam program AgroTech Binaan,” tambahnya.
Di sisi lain, Dekan FST UBB Eka Sari Wijianti menyambut positif kolaborasi tersebut.
“Kami siap mendukung pembinaan di Lapas melalui penyediaan mesin dan pengembangan riset mahasiswa,” jelas Eka.
“Kegiatan ini juga dapat menjadi objek penelitian dan skripsi mahasiswa,” lanjutnya.
Akhirnya, kolaborasi ini diharapkan memperkuat keterampilan Warga Binaan berbasis teknologi.
Dengan demikian, Lapas Pangkalpinang mendukung reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
Oleh sebab itu, pembinaan kemandirian terus diarahkan pada kemandirian dan produktivitas.
- Penulis: Husni
