Lapas Pemuda Madiun Libatkan Mahasiswa Magang Dampingi Pelatihan Produktif Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

Lapas Pemuda Madiun Libatkan Mahasiswa Magang Dampingi Pelatihan Produktif Warga Binaan
Lapas Pemuda Madiun terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif berbasis pelatihan kerja. Selain itu, keterlibatan peserta magang sarjana batch 2 mendorong sinergi pembinaan yang lebih intensif dan terarah di Balai Latihan Kerja. Mereka tidak hanya mendampingi pelatihan teknis, tetapi juga membantu membangun semangat, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab Warga Binaan. Karena itu, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memberi bekal praktis, memperkuat mental, sekaligus membuka peluang usaha setelah bebas nanti. Kemudian, pelatihan di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, peternakan ayam, dan tata boga memberi pengalaman profesional yang dapat dimanfaatkan langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi program, tetapi juga berfokus pada hasil nyata bagi masa depan Warga Binaan.
Madiun, PAStime News – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun perkuat pembinaan kemandirian lewat kegiatan produktif. Upaya ini semakin optimal berkat keterlibatan peserta magang sarjana batch 2, Kamis (4/12).
Para peserta magang terlibat langsung dalam pelatihan unggulan di BLK Lapas Pemuda Madiun. Kegiatan meliputi pertanian, perikanan, peternakan ayam, serta tata boga.
Selanjutnya, seluruh pelatihan bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis. Sehingga, mereka siap memanfaatkannya setelah kembali ke masyarakat.

Lapas Pemuda Madiun Libatkan Mahasiswa Magang Dampingi Pelatihan Produktif Warga Binaan
Kalapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, memberi apresiasi atas kontribusi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa pembinaan Warga Binaan merupakan tugas bersama dengan banyak pihak.
Ia berharap pengalaman tersebut bermanfaat bagi mahasiswa dan Warga Binaan. Kolaborasi juga meningkatkan kualitas pelatihan secara nyata.
Wahyu menjelaskan bahwa program kemandirian disusun untuk menyiapkan Warga Binaan lebih produktif. Selain itu, keterampilan membantu mereka memperoleh peluang kerja atau berwirausaha setelah bebas.
Peserta magang, Selvira Pramesti, menilai kegiatan memberi wawasan baru. Ia juga melihat antusiasme tinggi dari Warga Binaan selama pelatihan.
Selain keterampilan, Warga Binaan membangun sikap disiplin dan tanggung jawab. Mereka terus menunjukkan perkembangan positif setiap hari.
Melalui sinergi petugas dan peserta magang, pembinaan kemandirian terus meningkat. Sehingga, Lapas Pemuda Madiun berharap dampaknya semakin nyata bagi reintegrasi sosial Warga Binaan.
- Penulis: Husni
