Lapas Perempuan Martapura Tegaskan Budaya Kerja Positif Lewat Penghargaan Petugas Terbaik Januari 2026
Apresiasi kinerja petugas dan pembinaan seni warga binaan menegaskan komitmen Lapas Perempuan Martapura terhadap Pemasyarakatan humanis, produktif, dan berintegritas
Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura menegaskan komitmen budaya kerja positif melalui Penghargaan Petugas Terbaik Januari 2026.
Kegiatan tersebut di laksanakan pada Sabtu (17/1) di lingkungan Lapas Perempuan Martapura.
Selanjutnya, penghargaan di berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja optimal petugas Pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini mendorong semangat profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan.
Kemudian, Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada petugas terpilih.
Dengan demikian, apresiasi tersebut menjadi simbol pengakuan institusi terhadap kinerja unggul.
Penghargaan ini merupakan bentuk rekognisi atas kinerja unggul yang telah di tunjukkan.
Saya berharap capaian ini memotivasi seluruh jajaran untuk berinovasi, menjaga integritas, dan meningkatkan pelayanan prima.
— Evi Loliancy, Kepala Lapas Perempuan Martapura
Sementara itu, kegiatan berlangsung khidmat melalui penampilan perdana tim paduan suara Warga Binaan.
Penampilan tersebut mencerminkan keberhasilan pembinaan kepribadian yang di laksanakan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, harmonisasi suara mendapat apresiasi karena menunjukkan disiplin, konsistensi latihan, dan penghayatan mendalam.
Oleh karena itu, pembinaan seni dinilai efektif membangun karakter positif Warga Binaan.
Selain itu, Lapas Perempuan Martapura terus membuka ruang pengembangan bakat Warga Binaan di bidang seni musik.
Upaya ini mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang produktif dan transformatif.
Saya merasa senang karena Lapas memberikan ruang mengembangkan bakat paduan suara.
Kesempatan ini memotivasi saya memperbaiki diri dan menjalani pembinaan lebih bermakna.
— N, Warga Binaan
Akhirnya, Lapas Perempuan Martapura berharap tercipta sinergi kuat antara petugas dan Warga Binaan.
Dengan demikian, apresiasi dan pembinaan menjadi indikator komitmen menuju Pemasyarakatan yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pelayanan prima.

