Lapas Perempuan Palu Laksanakan Panen Terong Sebanyak 25 Kg sebagai Hasil Program Pembinaan Kemandirian
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 94

Lapas Perempuan Palu menunjukkan komitmen dalam program pembinaan kemandirian melalui panen sayur terong 25 kilogram. (Dok: Humas LPP Palu)
PAStime News, Sigi, 15 Oktober 2025 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Pada pagi hari ini, Rabu (15/10), Lapas Perempuan Palu melaksanakan kegiatan panen sayur terong dengan total hasil mencapai 25 kilogram. Panen ini dari lahan pertanian binaan yang di kelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan panen tersebut turut di ikuti oleh Kepala Lapas Perempuan Palu. Acara ini di dampingi Kasubsi Pembinaan, Effendy, serta staf subseksi pembinaan. Program pembinaan ini menjadi salah satu kegiatan unggulan. Fokusnya pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan agar lebih mandiri dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasi atas kerja keras warga binaan dan jajaran pembinaan. Mereka telah berperan aktif dalam menjaga serta merawat lahan pertanian hingga akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.
“Program pertanian ini tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan semangat kemandirian di kalangan warga binaan. Harapan kami, keterampilan ini dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Perempuan Palu.
Sementara itu, Kasubsi Pembinaan, Effendy, dalam keterangannya menuturkan bahwa hasil panen kali ini merupakan bukti keberhasilan warga binaan. Mereka telah menerapkan pembelajaran yang telah diberikan melalui kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
“Kami terus melakukan pendampingan dan memberikan pelatihan dasar pertanian kepada warga binaan. Panen 25 kilogram terong ini adalah hasil dari ketekunan mereka dalam merawat tanaman setiap hari. Ke depan, kami akan terus mengembangkan jenis tanaman lain agar hasilnya semakin beragam,” jelas Effendy.
Salah satu warga binaan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, PH, mengaku merasa bangga dan bersyukur. Ia dapat ikut serta dalam program pertanian yang di selenggarakan oleh pihak Lapas.
“Saya merasa senang karena bisa ikut menanam dan memanen hasil kerja kami sendiri. Lewat kegiatan ini, saya belajar banyak hal, terutama tentang kesabaran, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga ilmu yang kami dapat bisa berguna nanti setelah bebas,” ungkap PH dengan penuh semangat.
Panen terong ini merupakan salah satu wujud nyata dari implementasi program Kemandirian Warga Binaan. Program ini terus di galakkan oleh Lapas Perempuan Palu untuk mendukung program Swasembada Pangan. Selain terong, lahan pembinaan juga di tanami berbagai jenis sayuran lain seperti cabai, kangkung, dan bayam. Semua sayuran ini secara rutin di rawat oleh warga binaan dengan pendampingan petugas pembinaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas kinerja Lapas Perempuan Palu. Lapas ini terus menunjukkan hasil positif dalam program pembinaan.
“Kami bangga atas capaian yang diraih Lapas Perempuan Palu. Panen ini bukan hanya hasil pertanian semata, tetapi juga simbol keberhasilan dalam membina dan memberdayakan warga binaan. Semoga semangat produktif ini terus dijaga dan ditularkan ke satuan kerja pemasyarakatan lainnya di Sulawesi Tengah,” ujar Bagus Kurniawan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Palu berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Lapas Produktif. Selain itu, mendukung program Ketahanan Pangan di lingkungan pemasyarakatan.
- Penulis: mamang
