Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana Klinik Lapas Piru menjelang pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis (TB) Tahun 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2025 mendatang.
Tim dari Dinas Kesehatan SBB melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ruang pemeriksaan, alat kesehatan, ketersediaan logistik, serta kesiapan tenaga medis yang akan terlibat dalam program penanggulangan TB di lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Keperawatan Williams Lelepary menegaskan bahwa seluruh sarana pendukung di Klinik Lapas Piru telah siap digunakan.
“Kami sudah memastikan seluruh peralatan medis dan logistik siap pakai. Petugas medis juga telah disiapkan agar kegiatan penanggulangan TB dapat berjalan lancar pada 7 November mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan SBB, Hasbi Abe, menuturkan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program.
“Kami ingin memastikan seluruh sarana di Klinik Lapas Piru siap digunakan. Penanggulangan TB harus berjalan efektif agar tidak terjadi penyebaran di lingkungan tertutup seperti Lapas,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Wasor TB, Kadir Hehanussa, yang menekankan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan pemasyarakatan.
“Kami terus berkoordinasi agar program TB di Lapas Piru berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan,” tuturnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan SBB atas perhatian dan kolaborasi yang terjalin.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik dengan Dinkes SBB. Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama kami. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan bebas TB,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, Lapas Piru dan Dinas Kesehatan Kabupaten SBB menegaskan komitmen dalam mendukung program nasional pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

