Lapas Sidoarjo Pasarkan Produk Warga Binaan Lewat Influencer
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 31

Lapas Sidoarjo meningkatkan ekonomi kreatif dengan mempromosikan karya narapidana dan membangun daya saing. (Dok: Istimewa)
PAStime News, Sidoarjo — Produk hasil karya narapidana di nilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional. Karena itu, Lapas Sidoarjo, atau yang di kenal sebagai Lapas Delta, di dorong untuk tidak hanya fokus pada pembinaan. Selain itu, mereka juga harus memperkuat promosi dan pemasaran produk unggulan warga binaan (WB). Ini dapat di lakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Hal tersebut di sampaikan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Yulius Sahruzah. Pernyataan ini di kemukakan saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo.
“Lapas harus fokus mengembangkan satu produk unggulan secara maksimal. Produk itu harus dikemas dengan baik, memiliki izin usaha, dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Yulius.
Yulius menegaskan pentingnya penerapan konsep “Satu Lapas, Satu Produk Unggulan” sebagai strategi pengembangan ekonomi kreatif warga binaan yang berdaya saing tinggi di pasar.
Menurutnya, hasil karya narapidana di berbagai Lapas telah menunjukkan kemajuan signifikan. Beberapa produk bahkan telah memiliki kemasan menarik, sertifikat, dan izin usaha resmi. Hal ini menandakan bahwa pembinaan di bidang kewirausahaan berjalan efektif.
Langkah berikutnya, kata Yulius, adalah memperluas jangkauan pemasaran agar masyarakat lebih mengenal dan menghargai karya tangan warga binaan.
“Kami mendorong agar hasil karya warga binaan dipasarkan lebih luas dengan melibatkan influencer, serta menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM),” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut akan membantu meningkatkan nilai jual produk narapidana sekaligus memperkuat citra positif Pemasyarakatan sebagai lembaga yang berorientasi pada pembinaan dan pemberdayaan.
Selain penguatan pemasaran, Yulius juga mengingatkan petugas agar tetap memperhatikan aspek pembinaan sesuai regulasi, termasuk ketentuan penjaminan WB, masa pidana, dan mekanisme pembinaan berkelanjutan.
“Melalui sinergi antara pembinaan, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor, karya warga binaan diharapkan bukan hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga jembatan menuju kemandirian ekonomi setelah bebas nanti,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Tujuannya adalah untuk mendorong terciptanya lapas produktif. Ini berkontribusi bagi pembangunan ekonomi inklusif dan berkeadilan.
- Penulis: mamang
