Pada pukul 19.05 WITA, petugas kontrol menemukan Warga Binaan berinisial DRP mengalami sesak napas di kamar hunian. Menilai kondisi tersebut gawat darurat, petugas regu jaga segera mengevakuasi DRP ke Klinik Pratama Lapas Tolitoli sambil berkoordinasi dengan tim kesehatan.
Setibanya di klinik, DRP langsung menjalani pemeriksaan intensif dan tindakan medis sesuai prosedur. Setelah kondisi di nyatakan stabil, DRP di perbolehkan kembali ke kamar hunian pada pukul 21.00 WITA.
Hanya beberapa jam berselang, tepat pukul 22.30 WITA, petugas kembali menemukan Warga Binaan berinisial HR mengalami demam tinggi saat kontrol lanjutan. HR segera di bawa ke klinik untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif, serta langsung di masukkan dalam pemantauan medis ketat.
Komandan Jaga, Munif, mengapresiasi kesiapan regu jaga dalam menangani keadaan darurat.
“Kami memastikan setiap personel siap menghadapi kondisi apa pun, terutama yang menyangkut keselamatan Warga Binaan. Begitu ada indikasi darurat, kami langsung mengambil tindakan sesuai standar,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Lapas Tolitoli, drg. Henry Christianto Adi Nugroho, menekankan pentingnya respons cepat.
“Setiap kondisi darurat kami tangani secepat mungkin untuk mencegah risiko yang lebih serius. Semua prosedur di jalankan sesuai standar pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Anggota tim kesehatan, Kartika, memastikan bahwa kedua Warga Binaan tersebut kini berada dalam pengawasan ketat.
“Penanganan awal berjalan lancar. Kondisi warga binaan yang mengalami sesak napas sudah stabil, sementara warga binaan dengan demam tinggi masih kami observasi lebih lanjut,” terangnya.
Kepala Lapas Tolitoli, Muhammad Ishak, memberikan apresiasi penuh atas kesigapan petugas.
“Pelayanan kesehatan di Lapas Tolitoli berjalan 24 jam tanpa henti. Respons cepat petugas adalah bukti komitmen kami dalam menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh Warga Binaan,” tegasnya.
Melalui pelayanan yang sigap dan terstruktur, Lapas Kelas IIB Tolitoli menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan perlindungan dan layanan kesehatan terbaik, sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada keselamatan

