Razia yang dimulai pukul 10.00 WIT ini melibatkan seluruh jajaran petugas pengamanan Lapas Tual, disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur. Dalam keterangannya, Nurchalis menjelaskan bahwa sasaran utama pemeriksaan meliputi alat komunikasi ilegal, senjata tajam rakitan, serta narkotika.
“Kegiatan razia rutin ini adalah bentuk konsistensi kami dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang yang dapat memicu gangguan keamanan di dalam lapas,” ungkap Nurchalis.
Sementara itu, Kasi Kamtib Lapas Tual, R. Mesfer, menambahkan bahwa seluruh petugas menyisir setiap sudut kamar warga binaan, mulai dari lemari, bawah kasur, hingga area plafon dan kamar mandi. Razia dilakukan dengan pendekatan humanis namun tegas, dan berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari warga binaan.
“Kami ingin memastikan Lapas Tual tetap kondusif dan bebas dari Halinar, sesuai instruksi pimpinan,” ujarnya.
Dari hasil penyisiran menyeluruh, petugas hanya menemukan beberapa barang minor yang tidak membahayakan, seperti empat sendok besi, dua botol kaca, dan kabel non-standar. Tidak ditemukan adanya ponsel, narkotika, maupun senjata tajam berbahaya, yang menunjukkan tren positif hasil pembinaan dan pengawasan di Lapas Tual.
Kalapas Nurchalis Nur mengapresiasi kinerja seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa razia rutin dan mendadak akan terus dilakukan untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari pelanggaran Halinar.
“Kami berkomitmen menjaga Lapas Tual sebagai tempat pembinaan yang aman dan kondusif agar proses pembinaan warga binaan berjalan optimal,” tutupnya.
Seluruh barang temuan minor kemudian didata dan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja.

