Lestarikan Budaya Minangkabau, Warga Binaan Lapas Dharmasraya Latihan Randai Bersama Petugas
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 22

Foto : Humas Lapas Dharmasraya
PAStime News, DHARMASRAYA – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dharmasraya melaksanakan latihan seni randai bersama petugas pembinaan, Senin (15/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian sekaligus wujud komitmen Lapas Dharmasraya dalam melestarikan budaya Minangkabau di lingkungan Pemasyarakatan.
Latihan randai digelar di area Lapas Dharmasraya dengan diikuti sejumlah Warga Binaan yang tampak antusias dan bersemangat. Kegiatan berlangsung tertib dan aman di bawah pengawasan petugas pembinaan. Dalam sesi latihan, para peserta dibimbing secara langsung mulai dari pengenalan gerakan dasar randai, pola langkah, hingga pembentukan kekompakan dalam satu kelompok.
Petugas pembinaan Lapas Dharmasraya, Mindo, menyampaikan bahwa latihan randai tidak hanya bertujuan mengembangkan minat dan bakat seni budaya, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter Warga Binaan.
“Melalui randai, Warga Binaan belajar disiplin, kerja sama, dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi media penyaluran kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan peserta latihan, Nobel, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai latihan randai memberikan pengalaman berharga sekaligus mempererat kebersamaan antarsesama Warga Binaan.
“Kami merasa bangga bisa belajar randai di sini. Selain melestarikan budaya Minangkabau, kegiatan ini membuat kami lebih kompak dan semangat menjalani pembinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, menegaskan bahwa pembinaan berbasis seni dan budaya akan terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan randai memiliki nilai positif yang sangat besar dalam membentuk kepribadian Warga Binaan.
“Latihan randai tidak hanya menjaga kelestarian budaya daerah, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan. Ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan,” jelas Ferdika.
Melalui kegiatan ini, Lapas Dharmasraya berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat dan berorientasi pada penguatan karakter, sebagai bekal Warga Binaan dalam proses reintegrasi sosial ke tengah masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
