Libur Nataru 2025 Diprediksi Ramai, Kemenparekraf Siapkan 65 Paket Wisata Aman dan Diskon Tiket Pesawat
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 26

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kedua dari kiri) menyampaikan hasil rapat koordinasi dengan pihak kepolisian dalam rangka menyambut liburan akhir tahun dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) di Jakarta, Selasa (16/12/2025). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
PAStime News, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya menghadirkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa Kemenpar telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk koordinasi lintas sektor dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), guna memastikan kesiapan pengelolaan pariwisata selama periode libur akhir tahun.
“Ada banyak hal yang sudah kami lakukan. Kami baru saja melaksanakan rapat koordinasi bersama Polri untuk memastikan libur Natal dan Tahun Baru kali ini berjalan dengan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025 di Jakarta.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan sekitar 100 juta wisatawan domestik akan melakukan perjalanan selama Desember 2025. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan mencapai 1,5 juta kunjungan, dengan puncak pergerakan masyarakat terjadi pada pekan terakhir Desember.
Untuk mendukung pengalaman liburan yang berkualitas, Kemenpar menghadirkan 65 paket wisata hasil kolaborasi dengan 23 mitra industri pariwisata. Paket-paket tersebut akan dipromosikan melalui kanal media sosial resmi Kementerian Pariwisata agar dapat diakses luas oleh masyarakat.
Paket wisata tersebut mencakup berbagai destinasi prioritas dan favorit, antara lain Puncak Bogor, Dieng, Mandalika, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo, Bali, hingga Batam.
Selain itu, Kemenpar juga mengimbau agen perjalanan daring (online travel agent/OTA) untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait pemberian diskon tiket pesawat sebesar 13–14 persen untuk periode perjalanan Desember 2025 hingga Januari 2026.
Dari sisi keamanan dan keselamatan, Kemenpar telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah daerah dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah diminta rutin berkoordinasi dengan asosiasi pariwisata, rumah sakit, aparat keamanan, serta Basarnas, khususnya menghadapi potensi curah hujan tinggi pada bulan Desember.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta melakukan pemetaan risiko bencana, terutama di destinasi wisata ekstrem, sebagai langkah manajemen risiko guna meminimalkan dampak potensi bencana.
Sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan, Kemenpar turut mendistribusikan modul teknis manajemen risiko, termasuk panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) terkait penanggulangan kebencanaan dan pengelolaan pengunjung, agar dapat diterapkan secara optimal selama libur akhir tahun.
“Kami berharap seluruh upaya ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata, pergerakan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal keempat,” tutup Ni Luh Puspa.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
