Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang ekspresi bagi anak binaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa psikologi dalam memahami aspek kepribadian, sosial, dan emosional remaja yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kepala LPKA Kelas I Medan, Fauzi Harahap, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi ini.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Fakultas Psikologi USU di LPKA Medan. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, baik bagi mahasiswa yang ingin memahami psikologi anak dalam konteks pembinaan, maupun bagi anak binaan kami yang mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, didengar, dan dihargai pendapatnya,” ujar Fauzi.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi USU, Elang Yoga Perdana, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas kesempatan tersebut.
“Kami merasa terhormat bisa belajar langsung di lingkungan LPKA Medan. Banyak hal yang kami pelajari, terutama tentang bagaimana pendekatan empatik dan komunikasi terapeutik bisa membangun kepercayaan diri anak binaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih luas di bidang psikologi remaja,” ungkapnya.
Kegiatan kolaboratif ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para anak binaan. Salah satu di antaranya, RZ, mengaku merasa senang dan termotivasi setelah berinteraksi dengan mahasiswa.
“Tadi kami ditanya tentang cita-cita dan hal-hal yang bikin semangat. Rasanya lega bisa cerita tanpa takut dihakimi. Saya jadi lebih semangat lagi buat berubah dan terus belajar,” ucapnya.
Melalui sinergi ini, LPKA Kelas I Medan berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan psikologis. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pendekatan ilmiah dan empatik dalam mendampingi anak binaan menuju perubahan yang positif.

