LPP Martapura Operasikan Salon Kecantikan, Perkuat Keterampilan dan Kemandirian Warga Binaan Perempuan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 16

LPP Martapura Operasikan Salon Kecantikan, Perkuat Keterampilan dan Kemandirian Warga Binaan Perempuan (Dok. Istimewa)
MARTAPURA, PAStime News — Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura terus memperkuat pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.
Selain itu, lembaga ini menyediakan fasilitas relaksasi sekaligus pengembangan kemampuan kecantikan.
Oleh karena itu, Lapas mengoperasikan salon kecantikan sebagai sarana pelatihan kemandirian.
Salon tersebut dikelola langsung oleh Warga Binaan di bawah pengawasan petugas.
Melalui pengelolaan salon kecantikan berbasis pelatihan profesional, Lapas Perempuan Martapura membekali Warga Binaan dengan keahlian bersertifikat dan kesiapan ekonomi
Sebelum melayani, Warga Binaan mengikuti pelatihan intensif dari tenaga ahli profesional.
Pelatihan ini mencakup pemotongan rambut, perawatan wajah, dan tata rias.
Dengan demikian, peserta memperoleh keahlian bersertifikat sebagai bekal kemandirian ekonomi.
Selain itu, program ini mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Lapas Perempuan Martapura Evi Loliancy menegaskan fungsi salon sebagai laboratorium kerja.
Menurutnya, salon bukan sekadar tempat perawatan kecantikan.
Namun demikian, salon menjadi ruang praktik nyata bagi pengembangan bakat Warga Binaan.
Dengan pendampingan ahli, Warga Binaan menjadi lebih percaya diri dan kompeten.
“Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan memiliki kesempatan mengasah bakatnya,” jelas Evi Loliancy.
“Dengan bimbingan tenaga ahli, mereka kini lebih percaya diri dan kompeten,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial N menyampaikan rasa syukurnya.
Ia mengaku dapat terus mengasah kemampuan selama menjalani pembinaan.
Selain itu, ia merasa mendapat kesempatan belajar sekaligus praktik langsung.
Dengan fasilitas ini, Warga Binaan tetap dapat merawat diri dan meningkatkan keterampilan.
“Terima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan salon sekaligus mempraktikkannya,” tutur N.
“Saya tidak menyangka di Lapas tetap bisa merawat diri dan mengasah kemampuan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini sejalan dengan nilai Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.
Nilai tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembinaan secara profesional dan modern.
Dengan pendekatan ini, Lapas membentuk sumber daya manusia unggul.
Pada akhirnya, pembinaan tetap berjalan optimal meski berada di lingkungan Pemasyarakatan.
- Penulis: Husni
