Menimipas Agus Andrianto Tebar 20.000 Benih Bandeng: Lapas Terbuka Kendal Siap Jadi Pusat Pembinaan Kemandirian Nasional
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 17

PAStime News, KENDAL – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, melakukan penebaran 20.000 benih ikan bandeng sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal, Selasa (02/12).
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan pusat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kendal, pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jawa Tengah.
Dalam laporannya kepada Menimipas, Kakanwil menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pembinaan berbasis kerja melalui pemanfaatan lahan secara maksimal.
“Kami berkomitmen menjadikan Lapas Terbuka Kendal sebagai model pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pemberdayaan,” ujarnya.
Menimipas Agus Andrianto menyambut positif langkah tersebut dan mendorong optimalisasi lahan Pemasyarakatan sebagai sarana produktif sekaligus edukatif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Ia menekankan bahwa pengelolaan lahan tidak hanya terpusat di Nusakambangan, melainkan harus diperluas ke UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
“Kami bersama tim berupaya tidak hanya mengelola Nusakambangan, tetapi juga tempat-tempat lain di Indonesia. Kami fokus pada pemanfaatan lebih dari 100 hektare lahan yang ke depannya akan digunakan untuk pelatihan dan tempat kerja bagi Warga Binaan,” jelas Agus.
Saat ini, Lapas Terbuka Kendal memberdayakan sekitar 500 Warga Binaan, khususnya yang berada di masa akhir pidana, untuk mengelola lahan produktif. Model pembinaan ini dinilai efektif dalam memberikan pengalaman kerja, membentuk disiplin, serta mempersiapkan WBP untuk proses reintegrasi sosial.
“Informasi yang saya peroleh, terdapat sekitar 500 Warga Binaan yang dipekerjakan untuk mengelola lahan. Ini memberikan pengalaman kerja sekaligus mendukung proses reintegrasi mereka,” tambahnya.
Usai penebaran benih, rombongan meninjau sejumlah program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal, mulai dari peternakan, perikanan, perkebunan, hingga budidaya komoditas pertanian lainnya. Program-program tersebut menjadi sarana pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi Warga Binaan.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengembangkan ketahanan pangan sekaligus memperluas ruang pembinaan kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
