Panen 22,3 Kilogram Lele, Rutan Pelaihari Perkuat Pembinaan Kemandirian Perikanan Berbasis Bioflok
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

Panen 22,3 Kilogram Lele, Rutan Pelaihari Perkuat Pembinaan Kemandirian Perikanan Berbasis Bioflok
PELAIHARI,PAStime News – Melalui kolam bioflok di Sarana Asimilasi dan Edukasi, Rutan Pelaihari menegaskan komitmen pembinaan berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, produktivitas Warga Binaan, serta pemenuhan kebutuhan pasar lokal secara terukur dan berdaya guna.
Kolam bioflok di Sarana Asimilasi dan Edukasi Rutan Pelaihari tampak lebih ramai pada Selasa pagi.
Melalui perawatan rutin, program perikanan akhirnya menghasilkan panen 22,3 kilogram ikan lele.
Sebelumnya, Warga Binaan menjalani perawatan terukur mulai dari pemberian pakan hingga pemantauan kesehatan ikan.
Selain itu, mereka secara konsisten menjaga kualitas air demi hasil panen optimal.
Di lokasi panen, Warga Binaan bekerja kompak dan terkoordinasi.
Mereka menyiapkan wadah, menimbang hasil panen, serta memastikan kebersihan sebelum distribusi.
Lebih jauh, kegiatan panen ini memperkuat keterampilan teknis budidaya perikanan.
Pada saat bersamaan, kegiatan ini menumbuhkan disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap kualitas produk.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Fahrurrozi, menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan kemandirian.
Panen lele ini membuktikan pembinaan kemandirian berjalan nyata dan terukur.
Ke depan, kami akan memperkuat perawatan, pendampingan, dan evaluasi untuk meningkatkan hasil panen.
Selanjutnya, pembinaan perikanan akan terus dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan.
Dengan demikian, hasil pembinaan mampu memberi manfaat nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat.
Selain itu, Zaki, Warga Binaan pengelola kolam lele, menyampaikan rasa bangganya atas hasil panen.
Saya senang karena panen hari ini berhasil.
Dari kegiatan ini, saya belajar merawat, bersabar, dan bekerja teratur setiap hari.
Lebih lanjut, panen lele ini mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Program tersebut mendorong ketahanan pangan melalui pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan.
Oleh karena itu, Warga Binaan dilatih menghasilkan produk bernilai guna dan bernilai jual.
Selain belajar produksi terukur, mereka juga memahami standar kualitas pasar.
Akhirnya, pembinaan kemandirian di Rutan Pelaihari berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui hasil panen ini, Rutan Pelaihari memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung kebutuhan pasar lokal.
- Penulis: Husni
