Panen Melon Inthanon Perkuat Ketahanan Pangan Lapas Banyuasin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 29

Panen Melon Inthanon Perkuat Ketahanan Pangan Lapas Banyuasin (Dok. Istimewa)
Kakanwil Ditjenpas Sumsel menghadiri panen melon Inthanon di Lapas Banyuasin sebagai penguatan pembinaan kemandirian berkelanjutan. Selain itu, kehadiran ini menjadi dukungan konkret program ketahanan pangan nasional.
BANYUASIN, Pastime News – Pada Jumat (6/2), Kepala Kanwil Dtjenpas Sumsel, Erwedi Supriyatno, menghadiri acara panen raya melon Inthanon di Lapas Kelas IIA Banyuasin.
Selanjutnya, kegiatan tersebut berperan dalam memperkuat pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus menjadi bantuan untuk Program Ketahanan Pangan di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, Erwedi menekankan bahwa ketahanan pangan di Lapas berperan sebagai alat strategis dalam membina kesiapan reintegrasi sosial.
Ini menunjukkan bahwa ketidakmampuan dalam hal ruang tidak menghalangi hasil yang produktif,” tegas Erwedi Supriyatno.
Program ini bersifat strategis, memiliki nilai ekonomi, serta mendukung agenda nasional,” tambahnya.
Kualitas melon mencerminkan usaha yang sungguh-sungguh dan terukur,” tambah Erwedi.
Kemudian, di dampingi oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Mishbahuddin, Kakanwil melaksanakan panen simbolis melon Inthanon.
Secara bersamaan, tim Pemasyarakatan juga melakukan penyebaran bibit ikan lele di area pembinaan Lapas Banyuasin.
Oleh karena itu, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen untuk menyelenggarakan pelatihan yang berfokus pada kemandirian dan keberlanjutan.

Panen Melon Inthanon Perkuat Ketahanan Pangan Lapas Banyuasin (Dok. Istimewa)
Sebelumnya, Kalapas Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan kemandirian telah berlangsung secara konsisten.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa budidaya melon dan lele merupakan hasil dari pelatihan yang berkelanjutan, dengan partisipasi aktif dari warga binaan.
Yang kami tekankan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga proses belajar yang dilalui,” kata Tetra Destorie.
Keterampilan ini menjadi dasar kebebasan dan kemandirian setelah merdeka,” tutup Tetra.
Oleh karena itu, Kanwil Dtjenpas Sumsel mendorong Lapas Banyuasin untuk terus mengembangkan pelatihan yang inovatif dan berkelanjutan.
Akhirnya, program ini di harapkan bisa memberikan manfaat ekonomi, meningkatkan keterampilan, serta memberikan kontribusi yang nyata untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
- Penulis: Husni
