Panen Sawi di Lapas Tual, Bukti Pembinaan Kemandirian
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 35

Warga binaan Lapas Kelas IIB Tual berhasil panen 11 kilogram sawi, mendukung program ketahanan pangan nasional. (Dok: Humas Lapas Tual)
PAStime News, Tual, 16 Oktober 2025 – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual berhasil memanen 11 kilogram sawi dari lahan pertanian yang mereka kelola secara mandiri di dalam area lapas. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian. Program ini di fokuskan pada praktik pertanian produktif di lingkungan terbatas.
Petugas membimbing para warga binaan untuk mengelola tanaman sayur di lahan kosong sebagai upaya membentuk keterampilan, karakter, dan kemandirian.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa keberhasilan panen sawi ini merupakan bentuk kontribusi nyata lapas. Hal ini mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Ini adalah kontribusi kami dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di lingkungan lapas. Panen sawi ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang tidak menjadi halangan untuk tetap produktif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini menjadi sarana penting untuk membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang dapat berguna setelah mereka bebas.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), L. Laitera, mengatakan bahwa hasil panen tidak hanya memberikan sawi segar. Kegiatan ini juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga binaan.
“Mereka merasa lebih berharga karena dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” ungkap Laitera.
Ia juga menjelaskan bahwa petugas akan menggunakan sebagian hasil panen untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas, sementara sisanya akan mereka pasarkan kepada masyarakat. Petugas kemudian akan mengelola hasil penjualan tersebut guna mendukung keberlanjutan program pembinaan pertanian di lapas.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Boantoro, memberikan apresiasi terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan pertanian di Lapas Tual menjadi wujud nyata pembinaan produktif. Program ini berorientasi pada kemandirian.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program prioritas nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan. Selain berdampak positif bagi warga binaan, program seperti ini juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
- Penulis: mamang
