Panen Sawi Sakata Tegaskan Kemandirian Lapas Wahai
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Panen Sawi Sakata Tegaskan Kemandirian Lapas Wahai (Dok. Istimewa)
Kolaborasi berkelanjutan Warga Binaan dan petugas Lapas Wahai berhasil memanen sawi sakata. Selain itu, hal ini sekaligus menegaskan efektivitas program kemandirian dan ketahanan pangan internal.
WAHAI, Pastime News – Pertama, semangat produktivitas Lapas Kelas III Wahai tetap terjaga. Hal ini berkat kerja sama yang kuat antara Warga Binaan dan petugas.
Selanjutnya, kerja sama yang harmonis tersebut berhasil mengumpulkan 18 kilogram sayuran sakata. Sayuran itu berasal dari kebun perumahan dinas Lapas.
Kemudian, kegiatan panen tersebut juga menunjukkan hasil yang baik dari program pelatihan kemandirian. Program itu telah di laksanakan secara terus-menerus sejak lama dari balik penjara.
Selain itu, warga binaan mengelola lahan belakang perumahan dinas dengan baik dan efisien dengan melakukan usaha bertani yang padat dan berkelanjutan.
Selain itu, seluruh proses mulai dari penanaman hingga perawatan di lakukan secara mandiri guna memperkuat keterampilan serta kemandirian dalam produksi pangan.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa panen ini bukan hanya sekadar kegiatan pertanian biasa.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026.
Ini menunjukkan komitmen kami yang sejalan dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi warga binaan,” kata Tersih.
Ia menambahkan, bantuan petugas sejak proses penanaman hingga panen menghasilkan sayuran segar yang berkualitas. Sayuran ini untuk dapur Lapas.
Lebih lanjut, program ini di rancang sebagai bekal keterampilan bertani mandiri yang akan di peroleh oleh Warga Binaan setelah mereka menyelesaikan masa pidana mereka.
Kami ingin pelatihan yang memberikan dampak nyata melalui pengembangan ketahanan pangan internal sekaligus menjadi sarana edukasi,” tambah Tersih.
Di sisi lain, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, hasil panen tersebut di gunakan untuk konsumsi sendiri serta di jual di pasar lokal.
Dengan memaksimalkan lahan yang terbatas, kami berharap kemandirian Lapas Wahai terus meningkat,” harap Merpaty.
Selain itu, staf pengawas pelatihan, Rahmatsyah, menilai hasil panen ini menunjukkan bahwa kendala lahan tidak mengurangi tingkat produksi.
Ini merupakan kebanggaan bersama karena hasil panen mencapai belasan kilogram, meskipun lahan yang digunakan sangat terbatas,” ujar Rahmatsyah.
Warga Binaan antusias mengambil kesempatan untuk langsung mengelola kebun perumahan dinas.
Mereka merasa kegiatan positif itu memberikan makna dalam menjalani masa hukuman di Lapas Wahai.
Ia mengatakan, keterampilan bertani tersebut akan menjadi bekal berharga setelah kembali ke masyarakat.
Dengan demikian, Lapas Wahai kembali menegaskan komitmen terhadap pertanian berkelanjutan serta kemandirian Warga Binaan secara nyata.
- Penulis: Husni
