Panen Sayuran Lapas Wahai Buktikan Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Berjalan Nyata
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Panen Sayuran Lapas Wahai Buktikan Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Berjalan Nyata (Dok. Istimewa)
WAHAI, PAStime News — Sebagai output konkret training, Lapas Kelas III Wahai balik memperlihatkan keberhasilan acara kemandirian.
Pada Kamis (8/1), petugas beserta Warga Binaan memanen 13 kilogram tomat & 5 ikat kangkung.
Selanjutnya, panen berlangsung pada area pada Lapas dan kebun perumahan dinas luar tembok.
Oleh lantaran itu, acara ketahanan pangan berdikari terus berjalan optimal.
Keberhasilan ini sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan.
Selain itu, aktivitas ini memperkuat training pertanian menjadi bekal keterampilan Warga Binaan.
Dengan pendekatan praktis, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja yg aplikatif.
Kemudian, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengungkapkan aplikasi acara secara terstruktur.
Pernyataan Kepala Subseksi Pembinaan:
Seluruh proses pertanian, mulai penyemaian sampai panen, melibatkan Warga Binaan menggunakan pendampingan petugas.
Selain keterampilan teknis, aktivitas ini menanamkan kerja sama, kesabaran, & pandangan hidup kerja.
Selanjutnya, Merpaty menilai antusiasme Warga Binaan relatif tinggi terhadap acara pertanian.
Pernyataan Kepala Subseksi Pembinaan:
Warga Binaan merasa dilibatkan & dihargai lantaran bisa melihat eksklusif output kerja keras mereka.
Menurutnya, ruang sempit & huma terbatas bukan penghalang kemandirian pangan.
Pernyataan Kepala Lapas Wahai:
Keberhasilan panen tomat & kangkung memperlihatkan training produktif & berorientasi output berjalan optimal.
Selain itu, Tersih menegaskan training pertanian sebagai bekal krusial pascareintegrasi sosial.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut menaruh apresiasi.
Menurutnya, acara pertanian Wahai berdampak eksklusif & produktif.
Pernyataan Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku:
Ketahanan pangan sebagai prioritas berjenjang pemerintah menurut Asta Cita sampai teknis Pemasyarakatan.
Kami mengapresiasi penemuan Lapas Wahai meski wahana prasarana terbatas.
Akhirnya, keberhasilan panen berkelanjutan mempertegas komitmen Lapas Wahai mempertinggi training kemandirian.
Dengan demikian, acara ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus training karakter Warga Binaan.
- Penulis: Husni
