Panen Tomat di Lapas! Warga Binaan Lapas Wahai Sukses Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 22

PAStime News, WAHAI – Semangat produktivitas dan kemandirian kembali terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Melalui program pembinaan kemandirian, Warga Binaan berhasil memanen tomat segar sebanyak lima kilogram dari kebun internal Lapas pada Selasa (9/12). Panen ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur yang melayani 42 Warga Binaan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan program ketahanan pangan mandiri di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, turun langsung ke kebun bersama para Warga Binaan dan petugas untuk melakukan panen. Kebun seluas 18 meter² tersebut menjadi lahan produktif yang menyuplai bahan pangan segar dan bergizi untuk konsumsi harian.
“Kami memberikan apresiasi terhadap ketekunan dan kerja keras Warga Binaan. Program pertanian ini merupakan implementasi nyata dari pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan,” ujar Tersih.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang mendorong ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan potensi internal di Lapas.
“Selain memenuhi kebutuhan internal, kegiatan panen ini juga dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian pada diri Warga Binaan, sebagai bekal integrasi mereka kembali ke masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu Warga Binaan, RR, yang turut terlibat dalam panen sekaligus bertugas sebagai juru masak dapur, mengungkapkan rasa bangganya.
“Nikmati buah tomat hasil keringat sendiri rasanya jauh berbeda dengan yang dibeli di pasar. Ada rasa puas dan bangga, dan hal ini memotivasi kami untuk menerapkannya setelah bebas nanti,” ujarnya.
Keberhasilan pengelolaan kebun produktif ini menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi investasi keterampilan jangka panjang bagi Warga Binaan. Dengan panen yang berkelanjutan, Lapas Wahai berhasil membangun model ketahanan pangan mandiri yang memperkuat kualitas pembinaan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
