Pemkab Bogor Matangkan Rencana Kereta Gantung Atasi Kemacetan Puncak
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 57

Pemkab Bogor rencanakan pembangunan kereta gantung untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak. (Dok: Grandyos Zafna)
PAStime News, Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan kereta gantung atau Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) di kawasan Puncak. Pemkab menggagas proyek ini sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi. Hal ini terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Pemkab Bogor merancang kereta gantung tersebut untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan. Ini juga sekaligus menghadirkan moda transportasi modern yang efisien dan ramah lingkungan. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa pembangunan ini akan menjadi tonggak awal transformasi sistem transportasi di kawasan wisata unggulan.
“Ekspose ini merupakan langkah awal menghadirkan transportasi yang modern dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Rabu (10/9/2025).
Selama ini, kemacetan di Puncak telah menjadi persoalan klasik. Karena jalurnya berbukit dan padat pengunjung, Pemkab Bogor menilai kereta gantung cocok di terapkan di wilayah tersebut. Jika terealisasi, proyek ini di yakini dapat mengurangi beban lalu lintas darat secara signifikan.
Tak hanya itu, proyek ini juga di siapkan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kereta gantung di proyeksikan menambah daya tarik wisata sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Sebelumnya, Pemkab Bogor telah beberapa kali mengusulkan proyek serupa. Terakhir pada 2024, usulan di sampaikan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melalui skema Business to Business (B2B). Konsep tersebut mencakup enam titik pemberhentian. Ini menghubungkan Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass, di perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur.
Meski begitu, Bupati Rudy menegaskan bahwa proses menuju pembangunan masih panjang dan membutuhkan berbagai tahapan perencanaan serta koordinasi lintas sektor.
“Masih banyak tahapan proses yang harus dilalui,” pungkasnya.
- Penulis: mamang
