Penguatan Ramadhan Lapas Jember
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 12

Penguatan Ramadhan Lapas Jember (Dok. Istimewa)
JEMBER, PAStime News — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember, RM. Kristyo Nugroho memberikan penguatan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1447 H.
Selain itu, kegiatan tersebut juga di laksanakan bersama para pejabat struktural pada hari Rabu tanggal 18 Februari.
Dengan demikian, langkah ini bertujuan untuk membangkitkan semangat sekaligus memastikan situasi tetap stabil dan nyaman.
Dalam arahan kepada ratusan warga binaan, Kepala Lapas menegaskan peran dan fungsi Lapas tersebut.
Ia mengatakan bahwa Lapas adalah tempat pembinaan, bukan tempat pembiaran.
Oleh karena itu, seluruh warga binaan di minta untuk menjaga sikap dan mengikuti aturan yang berlaku.
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tidak menyimpan handphone dan narkoba.
Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa membuat tato di larang karena berisiko menularkan penyakit.
Dengan tegas, setiap pelanggaran akan di perlakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ia menegaskan,
Kami berharap semua warga binaan merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan dengan adil tanpa ada diskriminasi.”
Selanjutnya, ia mengatakan,
Tidak boleh ada tindakan kekerasan atau pemaksaan di dalam Lapas.”
Kemudian, ia menambahkan,
Laporkan kepada petugas jika ada yang mengancam saudara kalian.”
Pada kesempatan itu, Kalapas juga mendorong peningkatan ibadah selama bulan Ramadhan.
Selain itu, ia menganjurkan warga binaan untuk menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitarnya.
Selanjutnya, ia mendorong pengembangan potensi melalui kegiatan pembinaan yang positif.
Khususnya, dia mengajak warga binaan yang beragama Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Dengan demikian, meningkatkan iman dan ketakwaan di harapkan dapat berjalan seiring dengan menjaga keamanan.

Penguatan Ramadhan Lapas Jember (Dok. Istimewa)
Sementara itu, kepala lapas memberikan informasi mengenai penyelenggaraan layanan kunjungan selama bulan Ramadhan.
Layanan terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang hari.
Pagi hari di gunakan untuk kunjungan tatap muka serta menitipkan makanan dan barang.
Siang hari di gunakan khusus untuk menitipkan makanan dan barang.
Ia menjelaskan,
Kunjungan layanan selama bulan Ramadhan tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi dan situasi yang ada, sehingga hak-hak Warga Binaan tetap terpenuhi tanpa mengorbankan aspek keamanan.”
Akhirnya, kegiatan ini di harapkan dapat mendorong Warga Binaan untuk menjalani masa pidananya dengan tanggung jawab.
Sebagai akibatnya, mereka di arahkan untuk menjadi orang yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
- Penulis: Husni
