Peringatan Siwaratri di Lapas Tabanan dan Rutan Klungkung Perkuat Introspeksi Spiritual serta Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 41

Peringatan Siwaratri di Lapas Tabanan dan Rutan Klungkung Perkuat Introspeksi Spiritual serta Pembinaan Kerohanian Warga Binaan (Dok. Istimewa)

Peringatan Siwaratri di Lapas Tabanan dan Rutan Klungkung Perkuat Introspeksi Spiritual serta Pembinaan Kerohanian Warga Binaan (Dok. Istimewa)
Melalui persembahyangan, brata, dan penyuluhan keagamaan, Warga Binaan Hindu di Tabanan dan Klungkung memperdalam refleksi diri serta pembentukan karakter spiritual berkelanjutan.
Di sisi lain, perayaan serupa juga berlangsung di Rutan Kelas IIB Klungkung.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kemenag Kabupaten Klungkung.
Tema “Memaknai Siwaratri sebagai Malam Perenungan” memperkuat pembinaan spiritual.
Kegiatan di mulai dengan persembahyangan bersama Warga Binaan dan petugas Rutan Klungkung.
Persembahyangan di lakukan dengan khidmat sebagai bentuk bhakti dan penguatan spiritual.
Selanjutnya, kegiatan di lanjutkan dengan penyuluhan keagamaan sebagai bentuk pembinaan kerohanian.
Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Klungkung menegaskan makna introspeksi diri.
Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Klungkung:
Kisah Lubdaka mengajarkan kesadaran diri dan penyesalan yang tulus.
Oleh karena itu, setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah.
Selain itu, penyuluh Kemenag Klungkung menjelaskan makna Siwaratri secara mendalam.
Siwaratri di pahami sebagai cara untuk menyucikan diri melalui Tri Kaya Parisudha.
Dengan demikian, pelaksanaan tapa, brata, yoga, dan semadhi meningkatkan kesadaran spiritual.
Akhirnya, perayaan Siwaratri menjadi sarana untuk refleksi dan penguatan tekad hidup yang bermakna.
Selain itu, nilai-nilai spiritual menjadi bekal pembinaan Warga Binaan di Rutan Klungkung.
Oleh sebab itu, Rutan Klungkung menegaskan komitmen terhadap pembinaan kerohanian yang berkelanjutan.
- Penulis: Husni
