PLN–TNI Bergerak! Listrik Aceh dan Sibolga Ditargetkan Pulih Total dalam 48 Jam
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 12

PAStime News, BANDA ACEH – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan seluruh jajaran bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sibolga. Upaya percepatan ini dilakukan guna membantu masyarakat segera kembali beraktivitas normal setelah bencana mengakibatkan padamnya aliran listrik di berbagai titik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kondisi darurat di Aceh dan Sibolga menjadi prioritas utama. Ribuan personel dikerahkan untuk memulihkan jaringan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir serta longsor.
“Petugas PLN bekerja 24 jam non-stop membangun kembali infrastruktur kelistrikan yang rusak. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan masyarakat dapat segera kembali mendapatkan layanan listrik,” ujar Darmawan dalam siaran pers.
Kolaborasi TNI Percepat Distribusi Material
Pemulihan tidak dilakukan sendirian. PLN mendapatkan dukungan penuh dari TNI yang membantu proses mobilisasi material ke titik-titik terdampak yang sulit dijangkau. Truk hingga helikopter TNI dikerahkan untuk mengangkut material infrastruktur kelistrikan.
Sejak Minggu (30/11) hingga Senin (1/12), material tower tegangan tinggi dikirim dari Banda Aceh menuju Bireuen menggunakan armada darat. Setiba di lokasi, helikopter TNI langsung melakukan pengangkutan ke titik pembangunan tower.
“Begitu material tower tiba, heli TNI langsung menerbangkannya ke titik pembangunan. Dukungan ini sangat penting karena akses darat ke sejumlah wilayah masih sulit ditembus,” jelas Darmawan.
Berkat kolaborasi ini, 80% material berhasil didistribusikan ke titik pendirian menara listrik tegangan tinggi Arun–Bireuen.
Pemulihan Dikebut, Aceh Ditargetkan Kembali Terang
Tim PLN yang telah bersiaga langsung bekerja membangun fondasi dan merakit tower yang ambrol akibat banjir. Proses yang biasanya memakan waktu lebih lama dapat dipersingkat drastis.
“Kerja cepat di lapangan membuat tower tegangan tinggi jalur Arun–Bireuen bisa dibangun kembali dalam waktu 2–3 hari saja,” ungkapnya.
PLN menargetkan Aceh dapat kembali terang pada Jumat (5/12/2025).
Sibolga Mulai Pulih, Distribusi Listrik Diperluas
Tidak hanya di Aceh, PLN juga mempercepat pemulihan di Sibolga, Sumatera Utara. Mulai terbukanya akses jalan darat hingga KM 38 menjadi momentum penting bagi tim PLN untuk memperluas jangkauan distribusi kelistrikan.
“Akses yang mulai terbuka memudahkan kami mempercepat suplai listrik ke Sibolga. Secara bertahap, aliran listrik mulai kembali menyala,” tambah Darmawan.
Untuk mendukung aktivitas warga, PLN juga mengirimkan genset dan lampu darurat dari berbagai daerah agar kebutuhan penerangan dan komunikasi tetap berjalan, terutama ketika harus dilakukan pemadaman bergilir.
“Kami optimistis, aliran listrik untuk Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat kembali normal pada Jumat (5/12/2025),” tegas Darmawan.
Kegiatan pemulihan ini menunjukkan komitmen PLN dalam memastikan pelayanan listrik pulih secepat mungkin. Kolaborasi lintas lembaga, kerja nonstop petugas di lapangan, serta dukungan logistik menjadi kunci percepatan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
