Presiden Prabowo Subianto Sambut Malam Tahun Baru Bersama Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 13

Presiden Prabowo Subianto Sambut Malam Tahun Baru Bersama Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
JAKARTA,PAStime News – Kunjungan kerja Presiden ke Aceh menegaskan empati negara, memperkuat koordinasi pemulihan pascabencana, serta mempercepat kebangkitan ekonomi dan layanan dasar masyarakat terdampak,(31/12/2025).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menyambut malam Tahun Baru 2026 di Aceh, Rabu.
Selain itu, Presiden memilih wilayah terdampak banjir bandang dan longsor.
Dengan demikian, Presiden hadir langsung bersama masyarakat Aceh.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan tujuan kehadiran Presiden.
Selanjutnya, ia menekankan empati dan komitmen pemulihan pascabencana.
“Pak Presiden akan ke Aceh dan Insya Allah akan melewati malam tahun baru di Aceh bersama rakyat Aceh,”
ujar Muhammad Qodari usai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Namun demikian, Qodari menyatakan agenda rinci masih dikonfirmasi.
Selain itu, ia menyebut peluang Presiden bermalam di tenda pengungsian.
Sementara itu, Presiden merencanakan kunjungan ke Bener Meriah.
“Kalau tidak salah dengar Bener Meriah, tapi nanti akan kami crosscheck kembali dengan Sekretaris Kabinet,”
jelas Qodari.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan rencana kunjungan lanjutan.
Kemudian, Presiden dijadwalkan mengunjungi Aceh Tamiang, Kamis.
Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan wilayah terdampak terparah.
Dalam rapat koordinasi pemulihan, Tito menegaskan kerja lintas sektor.
Selanjutnya, kementerian, lembaga, dan daerah mempercepat pemulihan bersama.
“Aceh Tamiang ini memang harus kita keroyok ramai-ramai supaya secepat mungkin bangkit,”
kata Tito dalam rapat yang disiarkan TVR Parlemen, Selasa.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan fasilitas vital Aceh Tamiang belum normal.
Selain itu, SPBU, listrik, dan toko masih terganggu.
Sementara itu, Aceh Utara dan Aceh Timur masuk prioritas pemulihan.
Untuk itu, pemerintah mengerahkan tambahan personel TNI dan Polri.
Dengan demikian, pembersihan lumpur dan puing dipercepat.
“Pembersihan menjadi langkah paling utama dan harus kita mobilisasi maksimal,”
tegas Tito.
Akhirnya, kehadiran Presiden di harapkan menguatkan semangat warga.
Selain itu, koordinasi lintas sektor semakin solid.
Dengan demikian, pemulihan dan kebangkitan Aceh dapat berlangsung lebih cepat.
- Penulis: Husni
