Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan, Pemerintahan Bersih, dan Perdamaian Global di WEF 2026
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 32

Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan, Pemerintahan Bersih, dan Perdamaian Global di WEF 2026 (Dok. Istimewa)
DAVOS, PAStime News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan fokus pembangunan nasional pada kesejahteraan rakyat.
Presiden menekankan pentingnya pemerintahan bersih dan kontribusi Indonesia bagi perdamaian global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kunci World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026).
Pidato kunci Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026 menegaskan komitmen Indonesia pada kesejahteraan rakyat, pemerintahan bersih, keterbukaan ekonomi, dan peran aktif menjaga perdamaian dunia
Presiden menyampaikan bahwa kepemimpinan harus menjawab kebutuhan paling dasar masyarakat.
Menurutnya, pemerintah wajib menghadirkan perubahan nyata bagi kelompok paling rentan.
Pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan menjadi prioritas utama.
Presiden menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tidak terpisahkan dari tata kelola bersih.
Ia menilai kebijakan publik hanya berdampak melalui pemerintahan bebas korupsi.
Dengan demikian, reformasi tata kelola menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan, Pemerintahan Bersih, dan Perdamaian Global di WEF 2026 (Dok. Istimewa)
Presiden juga memaparkan capaian ketahanan pangan nasional.
Target swasembada beras empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun.
Capaian tersebut memperkuat kepastian pasokan dan menjaga stabilitas harga.
Selain itu, Presiden menyampaikan optimisme swasembada pangan lainnya.
Ia meyakini Indonesia mampu mandiri pada jagung, gula, dan protein dalam empat tahun.
Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian nasional.
Di hadapan pemimpin dunia, Presiden menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap ekonomi global.
Ia menyampaikan kerja sama perdagangan dijalankan atas dasar saling menguntungkan.
Kepentingan jangka panjang rakyat tetap menjadi prioritas kebijakan.
Presiden menekankan keterbukaan ekonomi harus sejalan dengan reformasi birokrasi.
Menurutnya, pemerintah wajib melayani kepentingan umum secara profesional.
Presiden juga menegaskan Indonesia terbuka bagi investasi asing dan domestik.
Ia menekankan pentingnya stabilitas, kepastian hukum, dan pemerintahan yang bersih.
Faktor tersebut menjadi dasar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Menutup pidatonya, Presiden menegaskan pilihan Indonesia pada perdamaian dunia.
Ia menyatakan Indonesia ingin menjadi sahabat bagi semua negara.
Dengan demikian, Indonesia berkomitmen menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan menjaga lingkungan.
- Penulis: Husni
