Produktif di Balik Jeruji: Lapas Wahai Sukses Panen Sayuran Segar, Bikin Publik Terkejut!
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 19

PAStime News, WAHAI – Semangat produktivitas dan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali membuahkan hasil. Pada Selasa (2/12), Warga Binaan sukses menggelar panen serentak berbagai komoditas sayuran, meliputi dua kilogram kangkung, tiga kilogram selada, dan setengah kilogram tomat. Panen ini tidak hanya menghasilkan produk pangan berkualitas, tetapi juga mempertegas keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan.
Hasil panen tersebut merupakan buah dari usaha tani intensif yang dilakukan para Warga Binaan melalui dua metode, yakni sistem hidroponik dan sistem polybag di lahan terbuka. Sayuran yang dipanen langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada masyarakat sekitar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Warga Binaan dalam mengelola kebun Lapas hingga menghasilkan panen yang memuaskan.
“Keberhasilan panen selada, kangkung, dan tomat secara bersamaan menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian telah berjalan optimal dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Program pertanian terpadu ini merupakan salah satu langkah strategis Lapas Wahai dalam mendukung ketahanan pangan mandiri, selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Selain memberikan manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran penting bagi Warga Binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang produktif.
“Panen ini membuktikan komitmen kami dalam menjalankan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami berharap para Warga Binaan memiliki kemampuan yang bermanfaat saat reintegrasi sosial nanti,” lanjut Tersih.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menambahkan bahwa sebagian besar hasil panen digunakan untuk konsumsi internal dan sisanya dijual ke pasar lokal.
“Dengan model seperti ini, kami ingin Lapas Wahai semakin mandiri dan pembinaan berjalan lebih maksimal,” ungkap Merpaty.
Warga Binaan yang terlibat pun menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satu Warga Binaan berinisial WK mengungkapkan kebanggaannya.
“Saya senang bisa ikut menanam dan panen. Rasanya bangga karena apa yang kami kerjakan bisa bermanfaat dan dirasakan langsung di Lapas,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi kepada Lapas Wahai atas konsistensinya menjalankan program strategis nasional melalui kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan.
“Ini langkah positif yang harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Panen kali ini menambah deretan keberhasilan Lapas Wahai dalam mengelola komoditas pertanian. Sebelumnya, Lapas Wahai juga sukses memanen mentimun, pare, dan jagung dalam skala besar—mewujudkan transformasi lahan tidur menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh Warga Binaan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
