Refleksi Akhir Tahun 2025, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Perkuat Evaluasi dan Strategi Pemasyarakatan Menuju 2026
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 18

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Perkuat Evaluasi dan Strategi Pemasyarakatan Menuju 2026 (Dok. Istimewa)
NUSAKAMBANGAN, PAStime News — Menutup rangkaian kinerja 2025, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah menggelar Refleksi Akhir Tahun, Rabu (31/12).
Selanjutnya, kegiatan berlangsung terpusat di Nusakambangan.
Melalui Refleksi Akhir Tahun yang terpusat di Nusakambangan, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah mengevaluasi kinerja 2025 dan menegaskan arah strategis Pemasyarakatan 2026.
Selain itu, seluruh UPT Pemasyarakatan Jawa Tengah mengikuti kegiatan secara virtual.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menjelaskan makna penting refleksi tersebut.
Pertama, refleksi menjadi sarana evaluasi capaian dan tantangan kinerja 2025.
Kemudian, refleksi menjadi pijakan peningkatan kualitas kinerja tahun berikutnya.
“Refleksi Akhir Tahun bukan sekadar seremonial, melainkan sarana evaluasi menyeluruh.
Dengan demikian, seluruh jajaran harus bekerja disiplin, profesional, dan berintegritas.
Selain itu, Kepala UPT wajib menjadi teladan serta menerapkan zero tolerance terhadap pelanggaran.”
Selanjutnya, Mardi menekankan pentingnya keamanan dan ketertiban di seluruh UPT.
Oleh karena itu, jajaran harus memperkuat deteksi dini dan pengendalian risiko.
Selain itu, kesiapsiagaan penuh menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, peningkatan layanan publik dan pembinaan Warga Binaan harus berjalan humanis dan transparan.
Pada kesempatan tersebut, Kanwil Di tjenpas Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada sejumlah UPT.
Baik administrasi maupun teknis, UPT menerima apresiasi atas kinerja dan inovasi.
Dengan demikian, penghargaan mendukung pencapaian target organisasi 2025.
“Penghargaan ini mencerminkan apresiasi pimpinan atas kerja keras jajaran UPT.
Oleh sebab itu, saya berharap capaian ini memperkuat motivasi dan sinergi Pemasyarakatan.”
Sementara itu, sejumlah Kepala UPT menyampaikan kondisi riil di lapangan.
Kalapas Terbuka Nusakambangan, Ario Galih M., memaparkan tantangan operasional.
Selain itu, Kalapas Perempuan Semarang, Ade Agustina, menyampaikan persoalan pembinaan.
Kemudian, seluruh masukan menjadi bahan diskusi dan dasar perbaikan kinerja.
Akhirnya, Kanwil Di tjenpas Jawa Tengah menegaskan komitmen perbaikan berkelanjutan.
Dengan demikian, tata kelola akuntabel terus di perkuat.
Lebih lanjut, Pemasyarakatan di arahkan profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan publik pada 2026.
- Penulis: Husni
