Dedi Mulyadi menanggapi kerusakan Jalan KH Ma’mun Nawawi.
Jalan provinsi tersebut menghubungkan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.
Selain itu, jalan berada di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Belakangan, warga menyoroti jalan karena banyak lubang berbahaya.
Akibatnya, pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Bahkan, kondisi tersebut sering memicu kemacetan panjang.
Respons Melalui Media Sosial
Sementara itu, Dedi mengunggah ulang laporan warga melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam video tersebut, pengendara melintasi jalan berlubang dan tergenang air.
Pengunggah menyebut lokasi berada di Pasirandu, Jalan KH Ma’mun Nawawi.
Selanjutnya, Dedi menjelaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran perbaikan Rp20 miliar.
Ia memastikan proses kini memasuki tahap tender resmi.
“Terima kasih atas informasinya. Area tersebut sudah teralokasikan Rp20 miliar, sekarang dalam proses tender,” ungkap Dedi, Sabtu (21/2/2026).
“Semoga cepat terealisasikan proses tendernya dan segera dikerjakan,” sambungnya.
Selain itu, ia meminta maaf atas keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.
Ia menegaskan pemerintah harus mengikuti seluruh tahapan pembangunan secara tertib.
“Hatur nuhun. Mohon maaf atas keterlambatan pengerjaan jalan di area tersebut karena kami harus melakukan seluruh tahapan pembangunan dengan baik,” jelasnya.
Jalan Rusak Masih Jadi Tantangan
Sebelumnya, Dedi juga membahas tantangan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran masih menghambat perbaikan layanan publik.
Karena itu, kepuasan warga belum sepenuhnya merata.
Ia menilai tekanan fiskal menjadi kendala utama optimalisasi layanan publik.
“Tekanan fiskal merupakan kendala utama dalam mengoptimalisasi seluruh layanan, sehingga kepuasan itu belum terwujud bagi seluruh warga,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Selain jalan rusak, ia menyoroti akses pendidikan yang belum merata.
Ia juga mengakui layanan kesehatan belum maksimal.
Bahkan, angka pengangguran masih tergolong tinggi.
“Itu adalah bentuk pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan apresiasi kepada warga yang terus memberi kritik.
Menurutnya, kritik tersebut menjadi pengingat untuk meningkatkan pelayanan.
Dengan demikian, pemerintah provinsi berkomitmen mempercepat perbaikan infrastruktur secara bertahap dan terukur.

