Rutan Bengkulu dan Kemenag Hadirkan Sentuhan Spiritual Untuk WBP
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 50

Rutan Bengkulu menyelenggarakan bimbingan kerohanian untuk warga binaan, memperkuat iman dan spiritualitas mereka. (Dok: Humas Rutan Bengkulu)
PAStime News, Bengkulu – Rutan Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar bimbingan kerohanian bagi warga binaan pada Rabu (17/9). Ini adalah salah satu upaya memperkuat pembinaan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taubah dan menghadirkan Pembina Kerohanian dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Ibu Mulya, sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mulya menyampaikan tausiah dan motivasi spiritual yang menyentuh hati para peserta. Ia mengajak warga binaan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai bekal dalam menjalani hidup, termasuk masa pidana yang tengah di jalani.
“Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, selama masih di beri kesempatan, kita wajib memperbaiki diri dan bertaubat. Pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berubah,” ujarnya di hadapan puluhan warga binaan yang menyimak dengan khusyuk.
Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bengkulu, Rafi Rizaldi. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung proses rehabilitasi warga binaan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kekuatan mental dan spiritual. Dengan begitu, mereka siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” kata Rafi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak Rutan secara konsisten menjalin kerja sama dengan Kemenag dan tokoh agama lokal. Tujuannya untuk menghadirkan program pembinaan yang menyeluruh. Menurutnya, pembinaan berbasis spiritual sangat sejalan dengan paradigma pemasyarakatan yang mengedepankan rehabilitasi, bukan sekadar hukuman.
Sebagai penutup, Rafi kembali menegaskan komitmen Rutan Bengkulu untuk terus melanjutkan kegiatan serupa secara rutin. Ia berharap kegiatan positif ini mampu membentuk karakter religius warga binaan, serta mendorong mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pembinaan rohani agar Rutan bukan hanya menjadi tempat menjalani hukuman. Tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan perubahan hidup,” pungkasnya.
- Penulis: mamang
