Rutan Tanjung Perkuat Pembinaan Rohani melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an bagi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Rutan Tanjung Perkuat Pembinaan Rohani melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an bagi Warga Binaan (Dok. Istimewa)

Rutan Tanjung Perkuat Pembinaan Rohani melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an bagi Warga Binaan (Dok. Istimewa)
Pembinaan keagamaan berkelanjutan di Rutan Kelas IIB Tanjung menegaskan komitmen membangun karakter, spiritualitas, serta kesiapan sosial Warga Binaan secara menyeluruh
Ustazah Erni Muliati, pembimbing dari Kemenag Kabupaten Tabalong, menekankan pentingnya menggunakan masa pembinaan secara bermanfaat.
Ia menjelaskan bahwa belajar Al-Qur’an bukan hanya sekadar kegiatan rutin yang formal, tetapi juga cara untuk meredakan kecemasan dan menenangkan hati.
Selain itu, memahami Al-Qur’an dapat melahirkan ketangguhan, kejujuran, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
Di sisi lain, seorang warga binaan yang memiliki inisial J merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan rasa tenang serta menginspirasi perubahan diri.
J mengatakan bahwa belajar membaca Al-Qur’an membuat hatinya terasa lebih dingin dan pikirannya jadi lebih rileks.
Ia juga melihat bahwa kegiatan tersebut mendorongnya untuk hidup lebih baik lagi.
Selanjutnya, Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, mengucapkan terima kasih atas semangat dan partisipasi Warga Binaan serta dukungan yang diberikan oleh Kemenag Tabalong.
Menurutnya, kegiatan tersebut berperan penting dalam membentuk karakter serta memperkuat semangat spiritual warga binaan.
Raymon menegaskan bahwa kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter serta pengembangan spiritual.
Ia berdoa agar kegiatan ini bisa membentuk sikap disiplin, memberi ketenangan dalam diri, serta mendorong semangat untuk memperbaiki diri sendiri.
Akhirnya, Rutan Tanjung terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan kerohanian secara terus-menerus dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menunjukkan pendekatan yang penuh kasih sayang, yang mencakup aspek spiritual dan sosial.
Dengan demikian, warga binaan mendapatkan bekal yang positif sebelum kembali ke tengah masyarakat.
- Penulis: Husni
