Scratch Jadi Gerbang Literasi Digital, Dorong Generasi Muda Kuasai Dasar Pemrograman Sejak Dini
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Scratch Jadi Gerbang Literasi Digital, Dorong Generasi Muda Kuasai Dasar Pemrograman Sejak Dini (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Di masa kini yang semakin digital, kemampuan dalam pemrograman menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pekerjaan di masa depan.
Oleh karena itu, Scratch hadir sebagai solusi pembelajaran dasar pemrograman yang ramah bagi pemula.
Scratch menggunakan sistem visual berbasis blok tanpa memakai kode teks yang rumit.
Dengan cara ini, pengguna bisa mempelajari logika pemrograman secara menyenangkan dan mudah di pahami.
Scratch di kembangkan oleh MIT Media Lab sejak tahun 2007 untuk membuka akses pembelajaran teknologi yang bisa di ikuti oleh berbagai usia.
Sejak awal, Scratch didesain untuk mendorong kreativitas digital melalui animasi, permainan, serta cerita interaktif.
Scratch menggunakan antarmuka drag-and-drop yang mudah di mengerti oleh pemula.
Pendekatan ini memudahkan pengguna dalam memahami konsep logika, urutan perintah, loop, dan kondisi.
Scratch tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga sebuah komunitas edukasi global.
Oleh karena itu, Scratch bisa menjadi titik awal yang tepat dalam mempelajari pemrograman.
- Pertama, Scratch menghilangkan hambatan dari sintaks yang rumit dalam bahasa pemrograman tradisional.
Sebaliknya, semua perintah tersedia dalam bentuk blok visual yang sederhana. - Kedua, Scratch dapat diakses secara gratis dan mendukung lebih dari 70 bahasa.
Dengan begitu, platform ini bisa diakses oleh pengguna dari berbagai negara, termasuk Indonesia. - Ketiga, Scratch mendorong kreativitas melalui proyek multimedia sesuai dengan imajinasi pengguna.
Mulai dari ide sederhana, pengguna bisa berkembang menuju konsep yang lebih kompleks. - Keempat, Scratch menyediakan komunitas daring untuk berbagi, berkolaborasi, dan saling menginspirasi.
Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
